SAMPIT – Penemuan jenazah pria yang nekat mengakhiri hidupnya dengan cara tragis di Stadion 29 November Sampit pada Minggu, 22 September 2024, menggemparkan warga sekitar. Saat pertama kali ditemukan, pria tersebut tidak memiliki kartu identitas. Namun, memiliki ciri-ciri yaitu tato bertulisan “Lulum” di lengannya.
“Jasadnya langsung dibawa ke kamar jenazah RSUD dr Murjani Sampit. Tadi ada banyak polisi yang datang. Meskipun tidak ditemukan tanda pengenal, ada tato dengan tulisan ‘Lulum’ di lengan korban. Polisi memeriksa media sosial dan menemukan foto korban bersama anaknya. Dari sana akhirnya mereka berhasil menghubungi keluarga korban,” ujar Maulana, Minggu 22 September 2024.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, korban diduga mengakhiri hidupnya akibat berbagai masalah pribadi, termasuk masalah keluarga. Korban juga diketahui sebagai residivis kasus pencurian motor. Lebih mengejutkan lagi, pria tersebut diduga pernah hendak membakar istrinya hidup-hidup.
“Ternyata korban tinggal di Kecamatan Baamang, tapi aslinya dari Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. Menurut polisi, dia residivis kasus curanmor, dan pernah mencoba membakar istrinya. Itu yang saya dengar sejauh ini,” lanjutnya.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait penyebab pasti korban memilih untuk mengakhiri hidupnya. Namun, aparat kepolisian tampak terus mengumpulkan bukti-bukti dan mendengar keterangan dari saksi-saksi di lokasi. Petugas juga terlihat bersama keluarga korban di depan kamar jenazah RSUD dr Murjani Sampit.
Motor yang diduga milik korban adalah Suzuki Skywave hitam biru dengan nomor polisi KH 5752 FP. Di sekitar lokasi kejadian, polisi juga menemukan sebuah helm serta Alquran kecil di kantong kiri celana korban, yang menambah aura misteri pada kejadian ini. Posisi tubuh korban ditemukan tergantung hanya beberapa jengkal dari tanah.
Setelah menerima laporan dari pemuda yang pertama kali melihat jenazah, pihak kepolisian dari Polsek Baamang bersama tim Inafis Satreskrim Polres Kotim serta relawan Dompet Peduli segera mengevakuasi jenazah korban untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di RSUD dr Murjani Sampit.
(gus/matakalteng)





















Discussion about this post