• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Selasa, 9 Juni 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » Menyoal Bencana dan Kebijakan Pembangunan

Menyoal Bencana dan Kebijakan Pembangunan

Minggu, 28 Januari 2024
in Opini
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dewi Utami, S.Pd.I**

Negeri tidak pernah alfa dari catatan bencana alam. Mulai dari bencana karhutla, banjir, cuaca ekstrem, longsor, gempa bumi, hingga erupsi. Di Kalimantan Tengah sendiri menurut data Karhutla sampai dengan 30 Agustus 2023, Hotspot (HS) tercatat sebanyak 8.506, Kejadian Karhutla dilaporkan 1.811 kejadian, luas yang ditangani sekitar 5.569,32 hektar, sedangkan luas berdasarkan analisis citra oleh Kementerian LHK hingga Juli 2023 seluas 2.948,04 hektar. 

Baca juga berita lainnya

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Ratusan Nelayan Belawan Unjuk Rasa, Tolong Peka Wahai Penguasa!

MBG Berulang, Alarm Kelalaian Negara?

Gagalnya Sistem Kapitalisme, Menciptakan Pendidikan yang Suram

Sedangkan untuk bencana banjir selama beberapa hari terakhir  setidaknya ada 4.574 orang terdampak banjir yang melanda 32 desa ditiga kabupaten di Kalteng. Belum lagi di wilayah lainnya di negeri ini. Sepanjang 2023 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 4.940 bencana alam. Dilansir dari beritasatu.com, 1/1/2024, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terjadi 4.940 bencana sepanjang 2023. 

Jumlah tersebut mengalami kenaikan di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terjadi 4.940 bencana sepanjang 2023. Jumlah tersebut mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2022. Suharyanto menjelaskan kejadian bencana alam didominasi oleh kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), banjir serta cuaca ekstrem.Ia merinci ada 1.802 karhutla, 1.170 bencana banjir, 1.155 cuaca ekstrem, 579 tanah longsor, 168 kekeringan, 31 gelombang pasang dan abrasi, 31 gempa bumi, dan 4 erupsi gunung berapi.

Dari ribuan bencana itu, terdapat 267 orang meninggal dunia, 33 orang hilang, 5.785 orang mengalami luka-luka, serta ada 9.002.975 orang menderita dan mengungsi.Sementara ada 34.832 rumah yang mengalami kerusakan akibat bencana alam pada periode 2023. Kemudian 426 fasilitas pendidikan rusak, 380 fasilitas peribadatan rusak, dan 71 fasilitas kesehatan rusak. Kerusakan juga turut terjadi pada 127 kantor dan 249 jembatan.

Bagaimana Potret Pembangunan Saat Ini?

Pembangunan merupakan upaya untuk menciptakan aspek kehidupan masyarakat yang sejahtera, makmur, adil, merata. Namun jika ditelisik pembangunan saat ini justru banyak menimbulkan efek buruk bagi lingkungan hidup masyarakat. Tidak lain adanya bencana alam yang silih berganti sepanjang tahun merupakan imbas pembangunan yang tidak disertai dengan mitigasi untuk menanggulangi kemungkinan terjadinya bencana yaitu meliput : kesiapan fisik, kewaspadaan, dan kemampuan mobilisasi. 

Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengungkapkan bahwasanya pembangunan kawasan permukiman dengan mengeruk lahan dapat menyebabkan bencana banjir. Seperti banyak kawasan kota lama di Jakarta atau pantai utara Jawa yang dikerjakan dengan pengerukan untuk meninggikan jalan. Di daerah tersebut banyak ditemui rumah-rumah yang posisinya lebih rendah dari jalan, bahkan lebih rendah dari pada got atau selokan. 

Sehingga hal tersebut menyebabkan rumah-rumah warga terendam banjir. Mirisnya jika yang menjadi korban bencana adalah masyarakat miskin yang tidak memiliki kemampuan mitigasi dan melindungi diri dari bencana (antaranews.com) Kapitalisme Sumber Bencana Jika diamati bencana yang terjadi bukanlah tanpa sebab musabab. Selain faktor pergantian cuaca, kapitalismelah yang menjadi sumber terjadinya bencana alam di negeri. 

Secara fakta kapitalisme berambisi mengeruk keuntungan yang sebesar-besarnya dengan berbagi upaya pembangunan tanpa memperhatikan kepentingan masyarakat. Wajar saja karena pada dasarnya kapitalisme menggunakan asas manfaat dalam setiap sepak terjangnya. Adanya eksploitasi lingkungan dan sumber daya alam, perluasan penggunaan lahan dan perubahan penggunaan lahan dari hutan menjadi perkebunan, ladang pertanian menjadi pemukiman yang tidak disertai dengan kaidah konservasi tanan dan air. 

Yang mana proyek ini  tidak terlepas dari kepentingan para kapitalis dengan perlindungan di bawah payung pemerintah yaitu dengan Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2018 Tentang Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakat Dalam Rangka Penyediaan Tanah Untuk Pembangunan Nasional (Perpres 78/2023) oleh Joko widodo.  

Wakil Ketua Bidang Advokasi Yayasan Lembaga (YLBHI) Era Purnamasari mengatakan bahwa dampak kepentingan ini adalah pembangunan ekonomi yang serampangan hingga menyebabkan kerusakan lingkungan  yang berujung pada bencana alam. (kompas.com) Konsep Islam Dalam Pembangunan Pembangunan dalam Islam sangat berkaitan dengan sistem ekonomi. 

Hal ini seluruh pembiayaan pembangunan dibiayai dari sumber-sumber kekayaan alam yang dimiliki negara dalam Baitul Mal. Selain itu  dalam melakukan pembangunan dilakukan secara komprehensif dan mendalam. Yaitu penguasa mengkaji keadaan lingkungan masyarakat. Karena pada prinsipnya Islam mempertimbangkan kemaslahatan masyarakat yang menjaga lingkungan supaya menciptakan keharmonisan. 

Pembangunan dilakukan untuk kepentingan masyarakat guna memudahkan kehidupannya. Seorang penguasa melaksanakan kebijakan pembangunan bedasarkan aturan Allah dan Rasul SAW. Hal ini pernah terjadi di masa Khulafa Rasyidin, Umayah, Abbasyiah dan Ustmaniyah. Bukti yang masih ada sampai saat ini adalah pembangunan rel kereta api yang menghubungkan Hijaz, Syam dan Istambul dimasa Pemerintahan Ustmaniyah.

Proyek ini dibangun oleh Abdul Hamid II pada tahun 1900M dengan tujuan memudahkan para jamaah haji saat menuju Mekah. Demikianlah Islam mengatur kehidupan, jika diambil serta diterapkan dalam kehidupan akan tercipta suasana yang damai, sejahtera serta terhindar dari segala bentuk keserakahan dan kerusakan. Karena sejatinya kerusakan dan bencana yang ada adalah ulah dari tangan-tangan manusia. Allah berfirman :

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Katakanlah (Muhammad), “Bepergianlah di bumi lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).” (QS. Ar-rum: 41-42)

(Penulis adalah Pemerhati Remaja Kotawaringin Timur)

Share2Tweet1SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

Sugianto : Pembangunan Universitas, Masa Depan Pendidikan Kalteng

Next Post

Banyak Produk UMKM di Desa, Karang Taruna Diminta Ikut Promosikan

Berita Terkait

Opini

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Jumat, 24 April 2026
Opini

Ratusan Nelayan Belawan Unjuk Rasa, Tolong Peka Wahai Penguasa!

Minggu, 8 Maret 2026
Opini

MBG Berulang, Alarm Kelalaian Negara?

Minggu, 22 Februari 2026
Opini

Gagalnya Sistem Kapitalisme, Menciptakan Pendidikan yang Suram

Sabtu, 14 Februari 2026
Opini

Menimbang Arah Diplomasi Perdamaian dan Keberpihakan Kemanusiaan

Senin, 9 Februari 2026
Opini

Ketimpangan Global: Wajah Nyata Kegagalan Kapitalisme

Minggu, 18 Januari 2026
Load More
Next Post

Banyak Produk UMKM di Desa, Karang Taruna Diminta Ikut Promosikan

Bupati Kotim Minta RSUD dr. Murjani dan OPD Mengaktifkan Divisi Humas 

Banyak Cara Lestarikan Budaya Lokal

Pakai AWC, Setiap Hari Polres Barsel Distribusikan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga

Banjir Berangsur Surut, Akses Jalan Buntok-Palangka Raya Bisa Dilewati

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

Polda Kalteng Ungkap 121 Kasus Kejahatan Jalanan Selama 2026, 233 Tersangka Berhasil Diamankan

Sabtu, 30 Mei 2026

Raih WTP Ke-12 Beruntun, Bukti Komitmen Pemkab Kotim Kelola Keuangan Secara Transparan

Jumat, 29 Mei 2026

Gubernur Kalteng Lantik Sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Selasa, 26 Mei 2026

Damkar Kotim Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran di Gang Mutiara, Dugaan Sementara Korsleting Listrik

Sabtu, 23 Mei 2026

Kapasitas Pesawat Tetap Full 180 Penumpang, Super Air Jet Kurangi Bagasi Gratis

Selasa, 19 Mei 2026

Drainase Tersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Sorotan di Tengah Banjir Perkotaan Kotim

Selasa, 19 Mei 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12225 shares
    Share 4890 Tweet 3056
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5948 shares
    Share 2379 Tweet 1487
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4268 shares
    Share 1707 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3798 shares
    Share 1519 Tweet 950
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3617 shares
    Share 1447 Tweet 904
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2782 shares
    Share 1113 Tweet 696
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2363 shares
    Share 945 Tweet 591
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TENTANG KAMI  |  PEDOMAN  |  DISCLAIMER
KEBIJAKAN PRIVASI  |  KONTAK
© 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PT RAJA DIGITAL MEDIA
JL. BUMI RAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01
KEL. BAAMANG BARAT, KEC. BAAMANG
SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini

COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK