SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) H Halikinnor meminta kepada pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit mengaktifkan kembali divisi hubungan masyarakatnya (Humas). Hal ini juga berlaku bagi Organisasi Perangkat Daerah yang berada di lingkup Kotim, agar mempermudah komunikasi antara pihak instansi dan media.
“Saya minta pak Sekda dan Kepala Dinas Kesehatan bagaimana caranya rumah sakit ini mengaktifkan kembali divisi humasnya,” kata Halikinnor, belum lama ini. Kebijakan itu diambil bedasarkan saran awak media. Pasalnya, belum lama ini rumah sakit tersebut sempat ramai dikabarkan dibeberapa media lantaran diduga menolak memberi layanan kesehatan kepada masyarakat.
Hal ini terjadi karena adanya miskomunikasi. Sehingga dengan diaktifkannya kembali divisi humas di rumah sakit itu, dapat mencegahnya terjadinya miskomunikasi. Dirinya tidak ingin lantaran miskomunikasi itu membuat citra buruk terhadap layanan kesehatan. Padahal pemerintah daerah telah menganggarkan sebesar Rp 60 miliar untuk kesehatan sia-sia.
“Jangan sampai, anggaran kesehatan kita sudah sekian puluh miliar. Tapi ada warga yang tidak terlayani dengan baik. Itu keterlaluan. Warga harus mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal,” tegas Halikin. Sebelumnya, Norjani wartawan di Sampit saat ngopi bareng dengan Pemkab Kotim menyarankan humas di RSUD dr Murjani diaktifkan untuk mencegah kabar miring.
Karena masalah yang ditangani rumah sakit merupakan masalah spesifik mengenai kesehatan. Apabila masalah-masalah itu tidak bisa dikomunikasikan dengan baik. Tentunya, mudah sekali menimbulkan kegaduhan di tengah publik.
“Ini juga terkait dengan tugas kawan-kawan di lapangan. Ada kendala, masalah RSUD kemarin. Saya mengusulkan agar pelayanan publik, seperti rumah sakit bisa terus memberikan informasi. Agar kabar yang beredar tidak hanya dari luar, rumah sakit juga ada, sehingga berimbang. Maka dari itu, kami menyarankan agar Humasnya bisa diaktifkan lagi,” ucap Norjani.
(dev/matakalteng)




















Discussion about this post