SAMPIT – Menanggapi kritikan masyarakat terhadap kinerja RSUD dr Murjani Sampit, Direktur rumah sakit itu yakni Sutriso mengatakan, saat ini ekosistem atau situasinya di rumah sakit para tenaga kesehatan tengah semangat untuk memberikan pelayanan secara benar-benar.
“Apalagi kita memiliki tag line yaitu bekerja dengan profesional, bermutu dan ramah. Nah kata ramah ini yang ingin kita wujudkan,
Dengan adanya berita viral tersebut, saya harapkan masyarakat tidak perlu khawatir ini merupakan tanggung jawab saya sebagai direktur rumah sakit dan itu suatu evaluasi untuk melakukan perbaikan,” ujarnya, Kamis, 18 Januari 2024.
Dan ia juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan kritikan, menurutnya ini juga menjadi salah satu yang pihaknya tunggu sebagai rasa memiliki terhadap rumah sakit.
“Karena rumah sakit ini adalah rumah sakit pelat merah dan satu-satunya yang ada di Kotim, sehingga kita harus sendiri membangun dan menjaganya. Makanya saya berharap dokter-dokter spesialisnya pun dari Kotim. Sejumlah dokter yang saya sekolahkan juga dari Kotim semua. Bahkan direkturnya juga saya harapkan dari Kotim,” ungkapnya.
Sehingga kata Sutriso, nantinya tidak berpindah pindah lagi, dan merasa memiliki agar bagaimana rumah sakit ini memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Karena kasihan masyarakat, seperti untuk melakukan kemo saya melihat banyak keluhan masyarakat jarak yang jauh dan lain sebagainya. Karena setiap kemo di rumah sakit tertentu itu bayar Rp 1 juta. Bahkan ruang operasi juga antri, bisa sampai 2 atau 3 bulan, kadang juga bayar,” bebernya.
Karena lanjutnya, orang yang dirujuk itu ada oportunity cost dan hidden cost. Yaitu biaya tersembunyi untuk makan dan transpor, kalau oportunity biasanya orang harus meninggalkan pekerjaannya. Maka dari itu RSUD dr Murjani Sampit terus berupaya melakukan peningkatan dalam pelayanan sehingga perlu juga mendapat dukungan dari masyarakat.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post