BUNTOK – Ditpolairud Polda Kalimantan Tengah mendorong nelayan di wilayah DAS Barito untuk menerapkan pola penangkapan ikan yang berkelanjutan guna menjaga kelestarian sumber daya sungai dan menjamin penghidupan nelayan dalam jangka panjang.
Direktur Polairud Polda Kalteng, Kombes Pol Dony Eka Putra, mengatakan praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan hanya memberikan keuntungan sesaat, namun berdampak buruk bagi generasi mendatang.
“Kami berharap nelayan memahami bahwa menjaga kelestarian sungai berarti menjaga masa depan mereka sendiri. Jika sungai rusak, yang paling terdampak adalah masyarakat yang bergantung pada sungai itu,” ujar Dony Eka Putra.
Ia menegaskan, Polairud tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga membangun kesadaran bersama agar nelayan dapat memanfaatkan sumber daya sungai secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Menurut Dony, sungai di Kalimantan Tengah memiliki potensi besar sebagai sumber pangan dan ekonomi masyarakat. Namun potensi tersebut bisa hilang jika praktik ilegal fishing terus dibiarkan.
“Penangkapan ikan yang sesuai aturan akan menjaga populasi ikan tetap stabil. Dengan begitu, kesejahteraan nelayan bisa meningkat dan manfaatnya bisa dirasakan hingga generasi berikutnya,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat pesisir untuk berperan aktif dalam menjaga sungai, termasuk dengan melaporkan apabila menemukan praktik penangkapan ikan ilegal di perairan.
“Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga sungai. Jika ada praktik ilegal fishing, segera laporkan. Ini demi kepentingan kita bersama,” ucap Dony.
(gus/matakalteng)






















Discussion about this post