SAMPIT – Musibah terjadi di kawasan wisata Alam Salju, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Jalan Jendral Sudirman km 6. Seorang anak perempuan berusia sekitar 12 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah diduga tenggelam saat beraktivitas di area wisata yang bersinggungan dengan air, 1 Januari 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan informasi awal diterima dari grup internal BPBD, kemudian Tim Reaksi Cepat (TRC) langsung diminta membantu proses evakuasi korban menuju RSUD dr Murjani Sampit.
“Informasi yang kami terima, korban sudah sekitar dua jam berada di air. TRC diminta bantuan untuk evakuasi ke RSUD dr Murjani,” kata Multazam, Kamis 1 Januari 2026.
Menurutnya, korban sempat dibawa ke rumah sakit menggunakan kendaraan keluarga dengan pengawalan petugas. Namun setelah mendapatkan penanganan medis, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
“Korban meninggal dunia di RSUD. Kami kawal dari lokasi, mobil keluarga yang membawa korban, ibunya ikut di dalam kendaraan, sampai ke rumah sakit. Namun akhirnya korban dinyatakan meninggal,” ujarnya.
Multazam menjelaskan, hingga saat ini identitas lengkap korban masih dalam proses pendataan karena petugas masih berada di rumah sakit dan menghimpun laporan dari lapangan. Informasi sementara, korban merupakan seorang siswi sekolah dasar dan berjenis kelamin perempuan.
“Perkiraan usianya sekitar 12 tahun, perempuan. Nama lengkapnya saya belum dapat karena teman-teman masih di rumah sakit dan masih menghimpun data,” jelasnya.
Ia menambahkan, korban diketahui berdomisili di wilayah Kecamatan Baamang. Setelah proses di rumah sakit selesai, jenazah dipersiapkan untuk dipulangkan ke rumah duka menggunakan ambulans RSUD.
“Informasi terakhir, jenazah sedang dipersiapkan untuk dipulangkan ke rumah duka menggunakan unit ambulans rumah sakit,” kata Multazam.
Terkait kronologi kejadian, Multazam menyebutkan korban datang ke lokasi wisata bersama keluarganya. Di kawasan Alam Salju sendiri terdapat area bermain air yang biasa digunakan anak-anak untuk berenang.
“Di Alam Salju itu memang ada area bermain untuk anak-anak, ada yang berenang. Apakah kemudian korban berenang ke bagian tengah atau bagaimana, kami belum memahami secara pasti kronologinya,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa kondisi pantai dan perairan di wilayah Kotim, termasuk kawasan Ujung Pandaran di Kecamatan Teluk Sampit, saat ini relatif landai dengan jumlah pengunjung yang sedang. Meski demikian, kewaspadaan tetap harus diutamakan, terutama di lokasi wisata air.
“Kondisi di Ujung Pandaran sebenarnya landai dan pengunjung juga sedang saja. Tapi tetap kami berharap semua pihak menjaga keselamatan, baik pribadi maupun keluarga,” tegasnya.
Selain itu, Multazam juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati selama perjalanan menuju dan dari lokasi wisata, mengingat arus lalu lintas dari Sampit menuju kawasan pantai dan sebaliknya cukup padat.
“Sekarang jarak dari Ujung Pandaran ke Sampit cukup padat bolak-balik. Berkendaralah dengan baik, jangan menambah kecepatan,” pesannya.
Ia menutup dengan imbauan agar orang tua selalu mengawasi anak-anaknya saat berwisata, khususnya di tempat-tempat rekreasi yang bersentuhan langsung dengan air.
“Untuk yang berekreasi di tempat-tempat wisata, terutama yang bersinggungan dengan air, harus waspada. Amati keluarga, jangan sampai lengah,” pungkas Multazam.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post