SAMPIT – Kehadiran penerbangan pesawat jet di Bandara Haji Asan Sampit menjadi awal dari rencana pengembangan yang lebih besar. Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kini mendorong peningkatan fasilitas dan keamanan bandara agar mampu mengakomodasi pertumbuhan transportasi udara di wilayah tersebut.
Komitmen itu disampaikan Bupati Kotim, Halikinnor, saat melakukan audiensi dengan jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
Pertemuan tersebut membahas berbagai langkah lanjutan untuk memperkuat peran Bandara Haji Asan Sampit sebagai salah satu pintu masuk utama di wilayah timur Kalimantan Tengah.
“Pemkab menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Perhubungan atas dukungan yang diberikan terhadap pengembangan Bandara Haji Asan Sampit. Kehadiran penerbangan jet ini menjadi tonggak penting bagi peningkatan aksesibilitas dan pelayanan transportasi udara di daerah kami,” ujar Halikinnor, Jumat 19 Juni 2026.
Menurutnya, keberhasilan melayani penerbangan perdana pesawat Airbus A320 beberapa waktu lalu membuktikan bahwa Bandara Haji Asan Sampit memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Karena itu, pemerintah daerah ingin memastikan kesiapan infrastruktur pendukung agar layanan penerbangan dapat terus ditingkatkan.
Salah satu perhatian utama adalah aspek keselamatan penerbangan. Pemkab mengusulkan pembangunan pagar knock-down atau sistem buka-tutup pada akses jalan alternatif yang berada di sisi timur landasan pacu.
Keberadaan fasilitas tersebut dinilai penting untuk menjaga keamanan operasional bandara sekaligus tetap memberikan akses bagi masyarakat.
“Selain itu, pemerintah daerah juga berencana memindahkan gedung Pemadam Kebakaran Bandara ke lokasi yang lebih mendukung operasional penerbangan. Rencana tersebut akan diupayakan melalui pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kotim,”bebernya.
Tak hanya fokus pada fasilitas pendukung, Pemkab juga mendorong peningkatan kapasitas bandara melalui program pelebaran runway serta penguatan struktur perkerasan landasan atau Pavement Classification Number (PCN).
Pengembangan tersebut diharapkan dapat membuka peluang masuknya pesawat dengan kapasitas yang lebih besar pada masa mendatang.
“Pengembangan infrastruktur bandara menjadi kebutuhan strategis seiring meningkatnya aktivitas penerbangan dan kebutuhan masyarakat. Kami berharap dukungan dari Kementerian Perhubungan dapat terus berlanjut sehingga Bandara Haji Asan Sampit semakin siap menjadi pintu gerbang utama transportasi udara di wilayah timur Kalimantan Tengah,” tambah Halikinnor.
Pemkab menilai peningkatan kapasitas Bandara Haji Asan Sampit tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga akan memperkuat konektivitas, mempercepat arus barang dan jasa, serta membuka peluang investasi yang lebih luas bagi daerah.
Dengan dukungan pemerintah pusat, bandara tersebut diharapkan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi baru bagi Kotim dan kawasan sekitarnya.
(dia/matakalteng)


















Discussion about this post