SAMPIT – Sebanyak 178 penumpang mengantarkan penerbangan perdana Super Air Jet rute Jakarta-Sampit mendarat di Bandar Udara H Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Jumat 12 Juni 2026. Kehadiran maskapai baru tersebut disambut antusias pemerintah daerah, unsur Forkopimda, otoritas penerbangan, serta masyarakat yang selama ini menginginkan lebih banyak pilihan penerbangan menuju dan dari Sampit.
Pada penerbangan perdananya, pesawat Airbus A320 milik Super Air Jet tiba dengan membawa 178 penumpang dari Jakarta. Sementara untuk penerbangan kembali menuju Jakarta tercatat mengangkut 141 penumpang dan lepas landas pada pukul 15.45 WIB.
Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah VII Balikpapan, Ferdinan Nurdin, mengatakan kehadiran Super Air Jet merupakan momentum penting bagi perkembangan transportasi udara di Kalimantan Tengah, khususnya di Kabupaten Kotawaringin Timur.
“Luar biasa. Selama 26 tahun saya bertugas di Kementerian Perhubungan, pernah di kantor pusat, pernah menjadi kepala bandara di beberapa daerah, baru kali ini saya melihat acara inaugurasi penerbangan yang dihadiri tiga bupati sekaligus,” ujarnya, Jumat 12 Juni 2026.
Menurut Ferdinan, keberhasilan menghadirkan maskapai baru ke suatu daerah memang tidak mudah. Namun tantangan yang jauh lebih besar adalah menjaga agar penerbangan tersebut tetap bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.
“Mendatangkan pesawat itu sulit, tetapi mempertahankannya lebih sulit. Apalagi di tengah kondisi industri penerbangan yang saat ini tidak sedang baik-baik saja. Karena itu diperlukan kolaborasi dan sinergi seluruh pihak agar penerbangan ini bisa terus berkelanjutan,” katanya.
Ia menegaskan, keberlangsungan operasional maskapai tidak bisa hanya dibebankan kepada pengelola bandara maupun maskapai semata. Pemerintah daerah, pelaku usaha, masyarakat, hingga pemangku kepentingan lainnya harus ikut berperan menjaga tingkat keterisian penumpang dan potensi ekonomi yang dapat mendukung operasional penerbangan.
“Tidak ada maskapai yang ingin datang beroperasi kalau merugi. Karena itu kita harus bersama-sama menjaga agar penerbangan ini sustainable dan terus berkembang,” tegasnya.
Ferdinan menilai kehadiran Super Air Jet yang merupakan bagian dari Lion Group menjadi keuntungan tersendiri bagi masyarakat Kalimantan Tengah. Jaringan penerbangan yang luas memungkinkan konektivitas lebih baik dengan berbagai kota di Indonesia maupun luar negeri.
“Super Air Jet merupakan bagian dari Lion Group yang terkoneksi dengan jaringan domestik dan internasional. Ini peluang yang sangat baik bagi masyarakat. Karena itu saya titip agar maskapai ini dijaga dengan baik sehingga dapat terus beroperasi di Sampit,” ujarnya.
Selain penerbangan reguler, Ferdinan melihat potensi besar dari sektor perjalanan umrah yang dapat menjadi pasar strategis bagi penerbangan dari Sampit.
“Potensi umrah di wilayah ini cukup besar. Kalau bisa dikoneksikan dengan jaringan Lion Group tentu akan memberikan kemudahan bagi masyarakat sekaligus menjadi pasar yang menjanjikan bagi maskapai,” katanya.
Tak hanya itu, ia juga mendorong agar keberadaan maskapai baru dimanfaatkan untuk mengembangkan sektor ekonomi daerah. Menurutnya, potensi perkebunan, perikanan, pariwisata hingga produk UMKM harus mulai dikaitkan dengan layanan transportasi udara agar memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
“Bandara jangan hanya menjadi pintu gerbang transportasi. Kehadiran penerbangan harus bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membuka peluang usaha baru, menurunkan inflasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ferdinan juga menyoroti aspek keselamatan penerbangan di Bandar Udara H Asan Sampit. Ia menilai peningkatan fasilitas perlu terus dilakukan seiring bertambahnya penerbangan pesawat jet berbadan besar.
Menurutnya, panjang landasan pacu saat ini perlu ditingkatkan agar operasional pesawat Airbus A320 dapat berlangsung lebih optimal.
“Kalau memungkinkan runway diperpanjang minimal menjadi 2.250 meter. Dengan demikian operasional pesawat akan lebih nyaman baik bagi pilot maupun penumpang,” katanya.
Selain itu, ia meminta sejumlah catatan terkait fasilitas keselamatan dan keamanan penerbangan yang selama ini menjadi hasil evaluasi otoritas bandara agar terus ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah dan pengelola bandara.
“Safety dan security tidak boleh ditawar. Insiden dan kecelakaan tidak mengenal waktu maupun tempat. Karena itu semua fasilitas yang berkaitan dengan keselamatan harus terus ditingkatkan,” tegasnya.
Ferdinan mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Kotim yang selama ini responsif menindaklanjuti berbagai rekomendasi dari otoritas penerbangan terkait pengembangan Bandar Udara H Asan Sampit.
“Kami berterima kasih kepada pemerintah daerah yang selama ini cepat merespons berbagai masukan terkait peningkatan fasilitas bandara. Ini menjadi modal penting untuk menjaga kepercayaan maskapai,” ujarnya.
Masuknya Super Air Jet juga diharapkan dapat menciptakan persaingan yang sehat di sektor transportasi udara sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan penerbangan dengan harga yang lebih kompetitif.
“Kalau masyarakat ingin menikmati harga yang kompetitif, maka harus ada penerbangan langsung dan ada kompetitor. Sekarang kondisi itu mulai terwujud di Sampit. Mudah-mudahan masyarakat bisa merasakan manfaatnya,” katanya.
Dengan tingkat keterisian penumpang yang cukup tinggi pada penerbangan perdana, kehadiran Super Air Jet diharapkan mampu memperkuat konektivitas Kalimantan Tengah dengan Jakarta sekaligus menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi, investasi, dan pariwisata di Kabupaten Kotawaringin Timur maupun daerah sekitarnya.
(dia/matakalteng)















Discussion about this post