PALANGKA RAYA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah kembali bersiap menggelar agenda tahunan Pesona Tambun Bungai 2026 sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah sekaligus upaya mendorong penguatan ekonomi daerah melalui pengembangan UMKM.
Kegiatan yang menjadi hasil kolaborasi Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tersebut dijadwalkan berlangsung pada 29–31 Mei 2026 di Atrium Duta Mall Palangka Raya. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias, mengatakan Pesona Tambun Bungai merupakan agenda tahunan yang telah dilaksanakan sejak 2022 dan tahun ini memasuki penyelenggaraan kelima.
“Tujuan utama kami adalah mendorong pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Tengah secara berkelanjutan dan inklusif melalui sinergi dan kolaborasi,” ujarnya saat dialog bersama media, Kamis 21 Mei 2026. Menurut Yuliansah, pemilihan lokasi di pusat perbelanjaan dilakukan agar masyarakat lebih mudah mengakses kegiatan, mulai dari edukasi hingga melihat langsung produk-produk unggulan UMKM binaan.
Ia menjelaskan, konsep kegiatan tahun ini tetap mengusung tiga pilar utama atau 3E, yakni Exhibition (Eksibisi), Education (Edukasi), dan Empowerment (Pemberdayaan). Melalui pilar Exhibition, BI menghadirkan berbagai produk unggulan UMKM seperti kriya, wastra, kuliner, hingga kopi hasil pembinaan Bank Indonesia dan dinas terkait.
Sementara pada aspek Education dan Empowerment, masyarakat maupun pelaku usaha akan diberikan edukasi terkait literasi keuangan digital, pemahaman risiko transaksi digital, hingga pengembangan kapasitas usaha agar mampu bersaing dan menembus pasar ekspor. “Kurang lebih ada 12 UMKM pilihan yang dilibatkan tahun ini setelah melalui proses pembinaan dan pendampingan bersama dinas terkait,” jelasnya.
Selain menghadirkan showcase produk UMKM, Pesona Tambun Bungai 2026 juga akan diramaikan berbagai kegiatan pendukung seperti talk show, edukasi keuangan digital, kompetisi barista kopi, invitasi basket, hingga promosi produk kreatif lokal Kalimantan Tengah. Yuliansah menyebut pihaknya juga menyiapkan sejumlah strategi untuk menarik minat masyarakat berkunjung, termasuk menghadirkan promo dan diskon khusus selama kegiatan berlangsung.
“Dari sisi diskusi dan talk show juga menghadirkan narasumber yang kompeten, bahkan ada yang berskala nasional,” katanya. Bank Indonesia juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tahun sebelumnya, terutama dari sisi nilai transaksi dan penggunaan sistem pembayaran digital seperti QRIS. “Tahun ini targetnya tentu lebih tinggi dibanding tahun lalu, baik dari sisi transaksi maupun penggunaan keuangan digital,” tambahnya.
Tidak hanya menyasar sektor usaha konvensional, Pesona Tambun Bungai 2026 juga melibatkan berbagai komunitas masyarakat dan generasi muda melalui kompetisi olahraga basket serta seni meracik kopi. Selain itu, BI Kalteng turut memperkuat pengembangan ekosistem ekonomi syariah melalui digitalisasi zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf) bekerja sama dengan Baznas. Program sertifikasi Juru Sembelih Halal (Juleha) menjelang Hari Raya Iduladha juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan melalui kolaborasi bersama MUI dan UIN Palangka Raya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik Diskominfosantik Provinsi Kalimantan Tengah, Edi Juardi, menyampaikan tema Pesona Tambun Bungai tahun ini yakni “Sinergi dan Kolaborasi dalam Mewujudkan Pertumbuhan Ekonomi Daerah yang Inklusif” dinilai sejalan dengan arah pembangunan nasional maupun daerah. “Sinergi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan menjadi faktor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong penguatan UMKM melalui digitalisasi, perluasan pasar, akses pembiayaan, hingga promosi produk lokal agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. “Pertumbuhan ekonomi daerah harus dirasakan secara merata oleh masyarakat. Karena itu dibutuhkan kolaborasi pemerintah, media, masyarakat, dan pelaku usaha,” tandasnya.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post