SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi musim kemarau panjang yang diprediksi terjadi pada Juli hingga Agustus mendatang. Fokus utama pemerintah daerah yakni memastikan kebutuhan air untuk kawasan pertanian tetap terpenuhi agar produksi pangan tidak terganggu.
“Kalau memang nanti airnya kurang, kita siapkan antisipasi dengan pompa, irigasi pipa dan sumur bor,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kotim, Yephi Hartady Periyanto, Kamis 21 Mei 2026.
Ia menjelaskan langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kementerian Pertanian kepada pemerintah daerah untuk mengusulkan bantuan sarana irigasi, termasuk pompa air dan jaringan pipa. Kotim sendiri telah menerima bantuan beberapa titik irigasi dan kembali mengusulkan penambahan untuk mendukung sentra pertanian.
Menurut Yephi, kawasan yang menjadi prioritas penempatan sarana irigasi berada di wilayah sentra persawahan seperti Lempuyang, Ganepo hingga Batu Agung di Kecamatan Telaga Antang.
Meski sejumlah wilayah di Kotim sempat terdampak banjir, DPKP memastikan kondisi lahan pertanian sejauh ini masih aman. Genangan air disebut lebih banyak berdampak ke kawasan permukiman akibat persoalan drainase, sedangkan area persawahan belum mengalami kerusakan serius.
“Kalau untuk lahan pertanian sendiri justru sejauh ini masih positif karena kebutuhan pengairannya tercukupi. Yang kita khawatirkan sebenarnya kalau sampai terjadi kekeringan,” jelasnya.
Ia mengatakan saat ini sebagian besar petani sudah mulai memasuki masa tanam sehingga diharapkan panen dapat berlangsung sebelum puncak kemarau tiba. Pemerintah daerah optimistis langkah percepatan tanam dapat mengurangi risiko gagal panen apabila cuaca ekstrem benar-benar terjadi.
“Harapannya kalau tanam sekarang, Juli sudah panen. Jadi ketika kemarau masuk, dampaknya tidak terlalu besar terhadap produksi pangan kita,” tandasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post