• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Jumat, 24 Juli 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » Kemarau Diperkirakan Lebih Panjang, Resiko Karhutla di Kotim Perlu Diwaspadai

Kemarau Diperkirakan Lebih Panjang, Resiko Karhutla di Kotim Perlu Diwaspadai

Sabtu, 11 April 2026
in Kalimantan Tengah
A A
Kepala Stasiun Meteorologi H. Asan Kotawaringin Timur (Kotim) Mulyono Leo Nardo.

Kepala Stasiun Meteorologi H. Asan Kotawaringin Timur (Kotim) Mulyono Leo Nardo.

Share on FacebookShare on Twitter

SAMPIT – Kepala Stasiun Meteorologi H. Asan Kotawaringin Timur (Kotim) Mulyono Leo Nardo menyebutkan musim kemarau 2026 di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diperkirakan datang lebih cepat dari kondisi normal dan berpotensi berlangsung lebih lama, sehingga perlu diantisipasi sejak dini terutama terkait resiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

“BMKG memprediksi awal musim kemarau di wilayah Kotim terjadi pada Juni. Untuk zona Kalteng 8, Kalteng 9 dan Kalteng 10 diperkirakan masuk awal kemarau pada Juni dasarian pertama, sedangkan Kalteng 13 sekitar Juni dasarian ketiga,” kata Mulyono Leo Nardo, Sabtu 11 April 2026.

Baca juga berita lainnya

Kalteng Perkuat Industri Obat Alam

Adiah Chandra Sari Siap Jalankan Amanah di Diskominfosantik, Penanganan Blank Spot Jadi Perhatian

DBH Kalteng Belum Dibayar Penuh, Gubernur Sebut Nilainya Capai Rp800 Miliar

Edy Pratowo Tegaskan Tindak Lanjut Rekomendasi BPK Tak Boleh Ditunda

Ia menjelaskan Kotim memiliki empat zona musim, yakni Kalteng 8, Kalteng 9, Kalteng 10 dan Kalteng 13. Pada zona Kalteng 8 yang meliputi sebagian Kecamatan Telaga Antang, Antang Kalang, Tualan Hulu dan Bukit Santuai, kemarau diperkirakan mulai terjadi pada awal Juni.

Zona Kalteng 9 yang mencakup sebagian wilayah Mentaya Hilir Utara, Telaga Antang, Mentaya Hulu, Parenggean, sebagian Kota Besi, Antang Kalang, Telawang, Cempaga Hulu, Tualan Hulu hingga Bukit Santuai juga diprediksi mengalami awal kemarau pada periode yang sama.

Sementara itu zona Kalteng 10 yang meliputi Kecamatan Baamang, Pulau Hanaut, sebagian Mentaya Hilir Utara, Mentawa Baru Ketapang, Mentaya Hilir Selatan, Seranau, Kota Besi, Telawang, Cempaga Hulu dan Cempaga diperkirakan memasuki musim kemarau pada awal Juni.

“Adapun wilayah yang termasuk dalam zona Kalteng 13, yakni sebagian Pulau Hanaut dan Teluk Sampit, diprediksi mengalami awal musim kemarau sedikit lebih lambat, yakni sekitar Juni dasarian ketiga,”ujarnya.

Menurut Mulyono, dibandingkan pola normal tahunan, kemarau tahun ini diperkirakan datang lebih maju. Pada zona Kalteng 8 dan Kalteng 9 kemarau diperkirakan lebih cepat sekitar tiga dasarian atau hampir satu bulan, sedangkan pada zona Kalteng 10 dan Kalteng 13 lebih cepat sekitar dua dasarian.

BMKG juga memperkirakan durasi musim kemarau di wilayah Kotim bisa berlangsung antara 10 hingga 12 dasarian atau sekitar 100 hingga 120 hari. “Kalau satu dasarian itu sekitar 10 hari, berarti durasi musim kemarau bisa berlangsung sekitar 100 sampai 120 hari. Ini lebih panjang dari kondisi normalnya,” jelasnya.

Ia menambahkan puncak musim kemarau di seluruh zona musim Kotim diperkirakan terjadi pada Agustus. “Baik zona Kalteng 8, Kalteng 9, Kalteng 10 maupun Kalteng 13 puncak kemarau diprediksi terjadi pada Agustus,” tambahnya. Dalam analisis curah hujan bulanan, April 2026 diperkirakan masih berada pada kategori menengah sekitar 200–300 milimeter, kemudian menurun pada Mei menjadi sekitar 150–200 milimeter.

Memasuki Juni curah hujan diprediksi semakin berkurang pada kisaran 50–150 milimeter, lalu turun kembali pada Juli menjadi sekitar 20–50 milimeter. Bahkan pada Agustus hingga September curah hujan diperkirakan sangat rendah yakni hanya berkisar 0–50 milimeter. “Sifat hujan pada periode April hingga September secara umum berada pada kategori bawah normal. Artinya curah hujan lebih sedikit dibandingkan rata-rata biasanya,” ungkapnya.

Selain itu, Mulyono mengingatkan periode April hingga Mei merupakan masa pancaroba yang berpotensi memunculkan cuaca ekstrem seperti hujan lebat dalam waktu singkat, angin kencang hingga potensi banjir. “Musim transisi biasanya banyak kejadian cuaca ekstrem, seperti angin kencang dan hujan intensitas tinggi dalam waktu singkat, sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan,” katanya.

Kemarau panjang juga berpotensi meningkatkan risiko karhutla. Berdasarkan data historis tahun 2015, jumlah hotspot di Kotim pernah mencapai 3.613 titik dengan wilayah terbanyak berada di Kecamatan Teluk Sampit sebanyak 680 titik, Mentaya Hilir Utara 507 titik dan Mentaya Hilir Selatan 409 titik.

Ia menjelaskan wilayah selatan Kotim seperti Teluk Sampit, Pulau Hanaut dan Seranau menjadi daerah yang sangat mempengaruhi jarak pandang di Kota Sampit ketika terjadi kebakaran lahan. “Hotspot di wilayah selatan seperti Teluk Sampit, Pulau Hanaut dan Seranau sangat mempengaruhi jarak pandang di Sampit karena arah angin umumnya bergerak dari selatan dan tenggara menuju Sampit,” jelasnya.

Sementara hingga akhir Maret 2026, BMKG mencatat sejumlah hotspot mulai muncul di beberapa wilayah utara Kotim, di antaranya Kecamatan Antang Kalang sekitar 45 titik, Mentaya Hulu 21 titik, Telaga Antang 16 titik serta Cempaga dan Bukit Santuai masing-masing 12 titik.

Meski demikian, kondisi hari tanpa hujan (HTH) hingga akhir Maret masih tergolong sangat pendek, yakni berkisar antara satu hingga lima hari. “Artinya masih ada hujan yang turun, sehingga kondisi saat ini masih relatif aman, namun kita tetap harus waspada memasuki musim kemarau nanti,” pungkasnya.

(dia/matakalteng)

Share2Tweet1SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

Rumkit Bhayangkara Layani Kesehatan Warga Danau Tundai

Next Post

Pemkab Kotim Fasilitasi Penerbangan CJH ke Banjarmasin, Pertimbangkan Faktor Usia Jemaah

Berita Terkait

Kalteng Perkuat Industri Obat Alam
Kalimantan Tengah

Kalteng Perkuat Industri Obat Alam

Rabu, 15 Juli 2026
Kalimantan Tengah

Adiah Chandra Sari Siap Jalankan Amanah di Diskominfosantik, Penanganan Blank Spot Jadi Perhatian

Rabu, 8 Juli 2026
DBH Kalteng Belum Dibayar Penuh, Gubernur Sebut Nilainya Capai Rp800 Miliar
Kalimantan Tengah

DBH Kalteng Belum Dibayar Penuh, Gubernur Sebut Nilainya Capai Rp800 Miliar

Selasa, 7 Juli 2026
Edy Pratowo Tegaskan Tindak Lanjut Rekomendasi BPK Tak Boleh Ditunda
Kalimantan Tengah

Edy Pratowo Tegaskan Tindak Lanjut Rekomendasi BPK Tak Boleh Ditunda

Senin, 6 Juli 2026
Bank Kalteng Bidik Penetrasi Pasar dan Branding Nasional Lewat Sponsorship Adhyaksa Kalteng FC
Kalimantan Tengah

Bank Kalteng Bidik Penetrasi Pasar dan Branding Nasional Lewat Sponsorship Adhyaksa Kalteng FC

Kamis, 2 Juli 2026
Bapenda Tindaklanjuti Keberatan Penetapan NJOP
Kalimantan Tengah

Bapenda Tindaklanjuti Keberatan Penetapan NJOP

Rabu, 1 Juli 2026
Load More
Next Post

Pemkab Kotim Fasilitasi Penerbangan CJH ke Banjarmasin, Pertimbangkan Faktor Usia Jemaah

Debit Sungai Turun Saat Kemarau, Layanan Air Bersih Berpotensi Dibatasi

Kenaikan Harga Kemasan Tekan Pedagang Pasar di Sampit

SMPN 1 Sampit Resmi Jadi Sekolah Model Pembelajaran Mendalam dan Coding–AI di Kalteng

Polri untuk Masyarakat, Bhabinkamtibmas Polsek Bukit Batu Sambangi Pembudidaya Ikan Lele di Marang

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

HANI 2026, Pemkab Kotim Tegaskan Komitmen Wujudkan Daerah Bersih dari Narkoba

Kamis, 23 Juli 2026

BPBD Kotim Padamkan Karhutla di Perumahan CMDP, Api Melalap 1 Hektare Lahan Gambut

Kamis, 23 Juli 2026

Tabligh Akbar Bersama Ning Umi Laila, Irawati Ajak Masyarakat Perkuat Iman dan Ukhuwah Islamiyah

Selasa, 21 Juli 2026

Kotim Sepakati Raperda Penanganan Kawasan Kumuh, Perkuat Dasar Hukum Penataan Permukiman

Senin, 20 Juli 2026

PAN Kotim Tancap Gas Usai Terima SK, Abdul Hafid Bidik Tambah Kursi DPRD dan Perkuat Ranting

Minggu, 19 Juli 2026

Kotim Siaga Ganda Hadapi Karhutla dan Kekeringan, Dampaknya Mengancam Kesehatan dan Pertanian

Rabu, 15 Juli 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12235 shares
    Share 4894 Tweet 3059
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5952 shares
    Share 2381 Tweet 1488
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4269 shares
    Share 1708 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3807 shares
    Share 1523 Tweet 952
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3618 shares
    Share 1447 Tweet 905
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2790 shares
    Share 1116 Tweet 698
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2367 shares
    Share 947 Tweet 592
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TENTANG KAMI  |  PEDOMAN  |  DISCLAIMER
KEBIJAKAN PRIVASI  |  KONTAK
© 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PT RAJA DIGITAL MEDIA
JL. BUMI RAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01
KEL. BAAMANG BARAT, KEC. BAAMANG
SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini

COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK