SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali memfasilitasi keberangkatan Calon Jemaah Haji (CJH) menuju embarkasi Banjarmasin melalui jalur udara pada musim haji 2026. Kebijakan ini dipertahankan karena dinilai lebih aman dan nyaman, terutama bagi jemaah yang sebagian besar berusia lanjut.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kotim, Waren, menyampaikan bahwa keberangkatan jemaah tahun ini tetap menggunakan pesawat charter dari Bandara H Asan Sampit menuju Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin. “Keberangkatan tetap menggunakan pesawat sewa dari Bandara H Asan Sampit menuju embarkasi di Banjarmasin dengan pesawat Nam Air charter,” ujar Waren, Sabtu 11 April 2026.
Ia menjelaskan, agenda pelepasan jemaah secara resmi dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 30 April 2026. Selanjutnya pada Jumat, 1 Mei 2026, para CJH akan diberangkatkan menuju Banjarmasin melalui penerbangan charter yang telah disiapkan pemerintah daerah. Menurut Waren, kebijakan penggunaan pesawat ini telah berlangsung selama empat tahun terakhir dan menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan bagi jemaah haji.
“Dengan pesawat, kondisi jamaah tetap fit saat tiba di Banjarmasin, sehingga bisa fokus menjalankan ibadah,” tambahnya. Dia menilai perjalanan udara jauh lebih efektif dibandingkan jalur darat yang dapat memakan waktu hingga sekitar 11 jam dari Sampit menuju Banjarmasin. Perjalanan panjang tersebut berpotensi menimbulkan kelelahan bagi jemaah, khususnya mereka yang berusia lanjut.
Pada musim haji tahun ini, jumlah CJH asal Kotim tercatat sebanyak 171 orang. Dari jumlah tersebut, 167 jemaah tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 6 dan akan diberangkatkan menggunakan fasilitas pesawat charter yang disediakan pemerintah daerah. Sementara itu, empat jemaah lainnya yang masuk dalam kloter 19 dijadwalkan berangkat secara mandiri menuju Banjarmasin untuk bergabung dengan kloter masing-masing.
Waren mengakui bahwa penggunaan pesawat charter menyebabkan anggaran sedikit meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Namun pemerintah daerah menilai fasilitas tersebut tetap penting demi menjaga kesehatan dan kenyamanan para jemaah. “Fasilitas pesawat yang disiapkan oleh pemerintah daerah ini untuk memberikan layanan untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan mereka karena CJH mayoritas lanjut usia,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kotim, Tiariyanto, mengatakan kebijakan penggunaan pesawat sebenarnya sudah dimulai sejak beberapa tahun lalu. Dia menjelaskan pada 2022 fasilitas penerbangan hanya digunakan untuk penjemputan jemaah dari Banjarmasin ke Sampit setelah kembali dari Tanah Suci. Namun sejak 2023 hingga sekarang layanan tersebut sudah diterapkan untuk keberangkatan dan kepulangan jemaah.
“Pertama kali tahun 2022 hanya untuk penjemputan dari Banjarmasin ke Sampit. Sejak 2023 hingga sekarang sudah pulang-pergi (PP), dan ini sangat membantu karena jamaah mayoritas lansia,” kata Tiariyanto. Ia menambahkan, jumlah jemaah haji Kotim tahun ini juga bertambah karena adanya tambahan kuota dari provinsi lain yang tidak terisi. Dari total 12 kuota tambahan yang diberikan untuk Kalimantan Tengah, sebanyak empat di antaranya berasal dari Kotim.
Menurutnya, secara keseluruhan persiapan keberangkatan haji tahun ini hampir selesai. Dokumen perjalanan seperti paspor dan visa telah diterbitkan, sementara manasik haji juga telah dilaksanakan. “Untuk paspor dan visa sudah keluar. Manasik haji juga sudah dilaksanakan,” ujarnya. Saat ini panitia tinggal menunggu kedatangan koper jemaah serta menyelesaikan tahapan pemeriksaan kesehatan lanjutan bagi seluruh CJH.
Tiariyanto juga memastikan bahwa biaya haji yang telah dibayarkan jemaah tidak mengalami perubahan. Seluruh jemaah asal Kotim telah melunasi biaya perjalanan ibadah haji pada November hingga Desember 2025 dengan kisaran sekitar Rp57 juta per orang. “Jika nanti ada kenaikan, itu akan ditanggung pemerintah,” tandasnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post