SAMPIT – SMP Negeri 1 Sampit resmi diluncurkan sebagai sekolah model pembelajaran mendalam serta pengembangan coding dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) di Kalimantan Tengah.
Penetapan tersebut menjadi langkah penting dalam mendorong inovasi pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), sekaligus membuka peluang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan teknologi sejak dini.
Kepala SMPN 1 Sampit, Suyoso, mengatakan penetapan sekolahnya sebagai sekolah model merupakan hasil koordinasi bersama Bidang Pembinaan SMP dan fasilitator provinsi yang sebelumnya melakukan analisis terhadap sejumlah sekolah.
“Melalui koordinasi dengan bidang pembinaan SMP akhirnya Kotim berkesempatan memiliki sekolah model. Alhamdulillah SMPN 1 Sampit bersama dua sekolah lainnya yaitu TK Bina Bangsa dan SD Cita Bunda telah dianalisis bersama fasilitator provinsi dan ditetapkan sebagai sekolah model,” ujarnya, Sabtu 11 April 2026.
Ia menjelaskan, sebagai bagian dari komitmen menjadi sekolah model, SMPN 1 Sampit juga mengembangkan program budaya sekolah aman dan nyaman sesuai dengan regulasi Kementerian Pendidikan yang mengatur penguatan program lingkungan pendidikan yang ramah bagi peserta didik.
“SMPN 1 Sampit secara resmi telah mengembangkan program budaya sekolah aman dan nyaman. Kami berharap di tingkat kabupaten nantinya ada induk pokja terkait program ini sehingga pelaksanaannya bisa lebih optimal,” katanya.
Untuk mendukung implementasi program tersebut, pihak sekolah membentuk berbagai komunitas belajar yang melibatkan guru dan orang tua siswa. Langkah ini dilakukan agar proses pembelajaran mendalam serta penguatan coding dan kecerdasan artifisial dapat berjalan secara kolaboratif.
“Sebagai komitmen melaksanakan sekolah aman dan nyaman sekaligus sekolah model, kami membentuk komunitas belajar orang tua, komunitas guru KKA dan komunitas guru PN. Di setiap kelas juga ada ketua komunitas belajar orang tua yang berperan sebagai kolaborator dalam pelaksanaan program pembelajaran,” jelasnya.
Selain itu, SMPN 1 Sampit juga menjalin kerja sama dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) serta sejumlah pihak swasta untuk mendukung inovasi pembelajaran berbasis teknologi.
“Kami menjalin kolaborasi optimal dengan MKKS dan juga dengan PT Wilmar yang terus mendukung program ini. Bahkan pada tanggal 18 nanti SMPN 1 Sampit bersama komite dan siswa berprestasi tingkat nasional dan internasional diundang khusus oleh PT Wilmar untuk mengimbaskan program inovasi ke sekolah-sekolah binaan mereka dan seluruh aksesnya difasilitasi,” ungkapnya.
Suyoso menambahkan, prestasi siswa juga terus menunjukkan perkembangan positif. Salah satunya melalui keberhasilan puluhan siswa yang lolos dalam ajang penelitian tingkat nasional.
“SMPN 1 Sampit meloloskan sebanyak 32 peneliti ke tingkat nasional yang saat ini masih dalam proses akurasi laporan. Mudah-mudahan tahap berikutnya bisa kembali lolos. Secara tahap awal data raport hijau Kotim sudah mulai diwarnai oleh anak-anak kita. Ini semua berkat dukungan orang tua yang luar biasa serta peran aktif ketua komite,” tuturnya.
Sementara itu, salah satu wali murid kelas VII ruang 2, Wagiman, menyambut positif penetapan SMPN 1 Sampit sebagai sekolah model pembelajaran mendalam serta coding dan kecerdasan artifisial. “Menurut saya ini sangat luar biasa karena salah satu SMP terpilih menjadi sekolah model. Sebagai wali murid saya sangat senang karena bisa berpartisipasi langsung dalam kegiatan ini,” ujarnya.
Ia menilai pembelajaran mendalam akan membuat siswa lebih aktif menghasilkan karya dalam proses belajar. “Dalam pembelajaran mendalam tentunya peserta didik nanti akan banyak membuat karya dan lebih banyak praktik. Kemudian untuk coding dan kecerdasan artifisial mereka juga akan bekerja sama dengan Universitas Darwan Ali (Unda) sehingga anak-anak bisa belajar teknologi, seperti membuat game pembelajaran dan berbagai material digital sesuai perkembangan zaman,” jelasnya.
Menurut Wagiman, pengenalan teknologi sejak dini akan memberi dampak positif bagi perkembangan kreativitas siswa, terutama bagi mereka yang memiliki minat di bidang teknologi informasi. ‘Dengan dikenalkannya pembelajaran mendalam serta coding bagi peserta didik, ke depan dampaknya sangat bagus. Terutama bagi anak-anak yang memang hobinya belajar menggunakan teknologi seperti HP, komputer dan lainnya. Mereka tentu akan lebih kreatif,” tandasnya.

Dinas Pendidikan Apresiasi Dedikasi Kepala SMPN 1 Sampit yang Akan Purna Tugas
Dikesempatan yang sama, Kadisdik Kotim Yolanda Lonita Fenisia memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Kepala SMP Negeri 1 Sampit Suyoso yang akan memasuki masa purna tugas pada 1 Juni 2026 mendatang.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kotim dan Dinas Pendidikan, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih setulus-tulusnya atas dedikasi, pengabdian serta kontribusi Bapak selama ini dalam memajukan dunia pendidikan, khususnya di SMPN 1 Sampit,” ujar Yolanda saat kegiatan kelas orang tua dan launching sekolah model pembelajaran mendalam serta coding dan kecerdasan artifisial di SMPN 1 Sampit, Sabtu 11 April 2026.
Menurutnya, selama memimpin SMPN 1 Sampit, Suyoso dinilai berhasil membawa berbagai inovasi pendidikan, termasuk penguatan budaya sekolah aman dan nyaman serta pengembangan pembelajaran berbasis teknologi yang kini mulai diimplementasikan.
Yolanda berharap meskipun nantinya telah memasuki masa purna tugas, pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki Suyoso tetap dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan dunia pendidikan di Kotim.
“Kami juga berharap meskipun memasuki masa purna tugas, Bapak Suyoso tetap dapat berkontribusi dan diberdayakan dalam pembinaan dunia pendidikan, tentunya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pengalaman beliau merupakan aset yang sangat berharga bagi kita semua,” katanya.
Ia menilai kontribusi seorang pendidik tidak berhenti ketika masa tugas formal berakhir. Pengalaman panjang yang dimiliki para kepala sekolah dan guru senior tetap dapat memberikan manfaat besar bagi peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
“Pengabdian dalam dunia pendidikan tidak berhenti ketika seseorang memasuki masa purna tugas. Justru pengalaman yang dimiliki dapat menjadi inspirasi dan sumber pembelajaran bagi generasi pendidik berikutnya,” ujarnya. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun pendidikan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
“Pada akhirnya keberhasilan pendidikan anak-anak kita adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua dan masyarakat, kita optimistis pendidikan di Kotim akan terus berkembang dan melahirkan generasi yang unggul,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post