SAMPIT – Pedagang di Pasar Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mulai merasakan dampak kenaikan harga plastik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Lonjakan harga yang cukup signifikan membuat biaya operasional pedagang meningkat karena plastik menjadi salah satu kebutuhan utama dalam aktivitas jual beli sehari-hari.
Salah seorang pedagang, Rahma, mengatakan hampir semua jenis plastik yang biasa digunakan pedagang mengalami kenaikan harga, bahkan untuk beberapa jenis kenaikannya mencapai dua kali lipat dibanding sebelumnya. “Yang biasa Rp10 ribu sekarang jadi Rp20 ribu, naiknya 100 persen. Kalau yang kiloan plastik besar itu paling tinggi naiknya, dari Rp25 ribu atau Rp30 ribu sekarang jadi Rp50 ribu,” ujarnya, Sabtu 11 April 2026.
Ia menjelaskan, plastik ukuran besar seperti 40×35 sentimeter menjadi salah satu yang paling terasa lonjakannya. Selain itu, beberapa jenis plastik lain yang umum dipakai untuk membungkus barang dagangan juga ikut mengalami kenaikan. “Plastik gula juga naik, dari Rp38 ribu jadi Rp58 ribu. Yang kecil-kecil juga naik rata-rata Rp4 ribu, dari Rp22 ribu jadi Rp26 ribu,” tambahnya.
Rahma menyebutkan kenaikan harga tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak tingkat distributor atau pengecer besar. Pedagang eceran di pasar hanya menyesuaikan dengan harga yang sudah lebih dulu naik dari pemasok. “Bahan baku dari pengecer memang sudah naik duluan, jadi kami terpaksa ikut menyesuaikan,” katanya.
Menurutnya, kondisi ini membuat pedagang tidak memiliki banyak pilihan karena plastik merupakan kebutuhan yang hampir tidak bisa digantikan dalam aktivitas jual beli di pasar. Setiap hari pedagang membutuhkan plastik untuk membungkus berbagai jenis barang yang dibeli konsumen.
Kenaikan biaya kemasan tersebut juga dikhawatirkan berpengaruh terhadap harga jual barang di tingkat pedagang jika terus berlanjut. Sebab, pengeluaran tambahan untuk membeli plastik akan menambah beban biaya operasional harian.
Para pedagang berharap pemerintah dan pihak terkait dapat memantau distribusi bahan baku plastik di pasaran agar kenaikan harga tidak terus berlanjut. Mereka juga berharap ada solusi agar pedagang kecil di pasar tradisional tidak semakin terbebani oleh naiknya biaya kebutuhan usaha.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post