PALANGKA RAYA — Upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus didorong melalui inovasi layanan pajak, salah satunya dengan menghadirkan Samsat drive thru untuk memangkas antrean dan mempercepat proses pembayaran.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) bersama Ditlantas Polda Kalteng dan Jasa Raharja Kalteng resmi meluncurkan layanan Samsat drive thru di kawasan Samsat Palangka Raya, Jalan RTA Milono, Senin 30 Mei 2026.
Kepala Bapenda Kalteng, Anang Dirjo, menjelaskan layanan ini merupakan pengembangan dari sistem pembayaran pajak kendaraan tahunan guna memberikan kemudahan bagi masyarakat. “Ini kami kembangkan agar masyarakat tidak perlu lagi berdesakan di dalam kantor. Cukup dari dalam mobil atau di atas motor dengan membawa KTP dan STNK asli, langsung bisa bayar pajak,” ujarnya.
Ia menegaskan, layanan drive thru hanya diperuntukkan bagi pembayaran pajak tahunan, sementara pembayaran lima tahunan tetap dilakukan di kantor Samsat secara langsung. Menurutnya, inovasi ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi layanan, mengingat kebutuhan masyarakat yang beragam dalam mengakses pembayaran pajak.
“Dengan adanya drive thru ini, masyarakat datang, bayar pajak, langsung pulang. Prosesnya cepat dan praktis,” tambahnya. Dari sisi waktu pelayanan, proses pembayaran melalui drive thru diklaim sangat singkat. “Kurang dari dua menit sudah selesai, karena semua proses, mulai dari pendaftaran hingga pembayaran, dilakukan di satu tempat,” jelas Anang.
Layanan ini beroperasi setiap hari kerja, mulai Senin hingga Sabtu, dengan jam operasional setengah hari pada Sabtu. Selain layanan drive thru, Bapenda juga menyediakan berbagai alternatif pembayaran pajak, baik secara manual maupun digital. Diantaranya melalui Mall Pelayanan Publik (MPP), layanan berbasis aplikasi, hingga sistem pembayaran elektronik lainnya.
“Kalau tidak sempat datang ke sini, masyarakat juga bisa bayar lewat Handphone. Kami siapkan berbagai kemudahan, baik manual maupun elektronik,” katanya. Dia berharap kehadiran layanan ini dapat mengurangi keluhan masyarakat sekaligus mendorong peningkatan kepatuhan wajib pajak.
“Tujuan akhirnya adalah meningkatkan PAD, sehingga pembangunan di Kalimantan Tengah bisa terus berjalan,” tegasnya. Untuk tahap awal, layanan Samsat drive thru dihadirkan di sejumlah daerah dengan potensi besar, yakni Palangka Raya, Kapuas, dan Pangkalan Bun, sebagai wilayah dengan tingkat aktivitas dan kebutuhan layanan yang tinggi.
(nra/matakalteng)



















Discussion about this post