PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mempercepat program pemantapan jalan di sejumlah wilayah, termasuk melalui skema kerja sama dengan perusahaan lewat dana tanggung jawab sosial (CSR).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalteng, Juni Gultom, mengatakan perbaikan tidak hanya mengandalkan APBD, tetapi juga melibatkan dukungan pihak swasta untuk mempercepat penanganan ruas-ruas strategis.
“Ruas-ruas jalan lain juga nanti merupakan kerja sama dengan CSR perusahaan. Ini sudah mulai berjalan, dan kita pastikan harus selesai,” ujarnya, Minggu 1 Maret 2026. Menurut Juni, penanganan jalan dilakukan merata di seluruh wilayah Kalteng dengan koordinasi lintas pemerintah.
“Semua di wilayah tengah, wilayah barat, wilayah timur, kita koordinasikan dengan kabupaten, dengan provinsi, dan juga dengan balai,” jelasnya. Terkait ruas yang kerap menjadi sorotan publik seperti kawasan Amin Jaya dan lingkar luar Sampit, Juni menyebut sebagian sudah ditangani dan kini lebih fungsional.
“Lingkar luar atau lingkar selatan Sampit sudah selesai dan sudah bisa berjalan lebih fungsional dengan baik. Kemudian pemulihan-pemulihan lainnya menjadi tugas kita,” katanya. Sorotan juga muncul terhadap ruas jalan penghubung Kabupaten Kotawaringin Barat–Lamandau yang kerap mengalami kerusakan akibat aktivitas kendaraan berat perusahaan.
Menurut Juni, persoalan tersebut segera dikoordinasikan lintas sektor. “Nanti habis ini kita komunikasikan dengan Kepala Dinas Perhubungan, karena surat Pak Gubernur sedang disiapkan terkait dengan hal tersebut,” tegasnya.
Pemprov Kalteng menargetkan pemantapan infrastruktur jalan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara merata.
(nra/matakalteng)




















Discussion about this post