PALANGKA RAYA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Kalimantan Tengah bersiap menggelar Musyawarah Daerah (Musda) yang direncanakan akan digelar pada Agustus 2026, seiring berakhirnya masa kepengurusan periode berjalan.
Sekretaris DPD Demokrat Kalteng, Junaidi, menyampaikan bahwa masa jabatan pengurus tingkat provinsi akan tuntas sesuai Surat Keputusan (SK) pada Agustus mendatang. Karena itu, agenda Musda diperkirakan digelar bertepatan dengan akhir masa bakti tersebut.
“Berdasarkan SK, kepengurusan berakhir pada Agustus 2026. Sesuai arahan Sekjen, Musda kemungkinan dilaksanakan pada bulan yang sama bersamaan dengan berakhirnya masa jabatan,” kata Junaidi. Dia menilai pelaksanaan Musda yang beriringan dengan berakhirnya kepengurusan merupakan bentuk penghormatan terhadap ketua yang masih menjabat.
Selain itu, momentum tersebut dinilai ideal untuk melakukan proses regenerasi secara tertib dan sesuai mekanisme partai. Mengenai kandidat yang akan bertarung dalam Musda, Junaidi menyebut masing-masing Dewan Pimpinan Cabang (DPC) memiliki preferensi dan dukungan tersendiri. Dia mengakui nama Nadalsyah atau lebih dikenal koyem masih menjadi figur sentral yang diharapkan banyak pihak.
“Setiap DPC tentu punya dukungan masing-masing. Pak Koyem masih menjadi figur sentral dan harapan banyak pihak,” ujarnya. Namun demikian, ia menegaskan bahwa kemunculan nama lain dalam kontestasi merupakan hal lumrah dalam dinamika internal partai. Sebagai partai kader, Demokrat membuka ruang kompetisi yang sehat dan demokratis bagi seluruh kader.
“Kalau ada figur lain yang muncul, itu wajar dan bagian dari proses demokrasi. Demokrat menjunjung tinggi demokrasi dan memberi ruang bagi kader yang ingin maju,” tegasnya. Dia berharap pelaksanaan Musda nantinya berjalan kondusif, menjaga soliditas internal, serta memperkuat konsolidasi partai menjelang agenda politik berikutnya.
(nra/matakalteng)





















Discussion about this post