PALANGKA RAYA – Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, menegaskan persoalan infrastruktur, khususnya jalan, masih menjadi tantangan utama pembangunan daerah, baik di Lamandau maupun di Kalimantan Tengah secara umum.
Menurutnya, kualitas infrastruktur jalan sangat menentukan kelancaran program pembangunan di berbagai sektor. “Kita mau sebaik apa pun programnya, kalau jalan rusak, tidak akan lancar pembangunannya,” ujarnya, Kamis 26 Februari 2026.
Meski demikian, Rizky mengingatkan bahwa besarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak serta-merta mampu menyelesaikan seluruh persoalan sekaligus. Dia mencontohkan sejumlah daerah dengan APBD besar pun tetap menghadapi persoalan infrastruktur.
“APBD tinggi tidak bisa meng-cover semuanya. Yang pasti harus skala prioritas. Jalan rusak kita upayakan minimal jadi layak jalan,” katanya. Sebagai bagian dari Kalimantan Tengah yang memiliki wilayah luas dan tantangan geografis tersendiri, Lamandau, menurutnya, membutuhkan strategi pembangunan bertahap dan terukur sesuai kapasitas fiskal.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Lamandau tetap memprioritaskan pelayanan dasar, khususnya kesehatan dan pendidikan. Pada sektor kesehatan, penguatan layanan dilakukan melalui peningkatan fasilitas dan pemanfaatan teknologi medis modern di rumah sakit daerah.
Rizky mengungkapkan, sejumlah tindakan operasi kini telah menggunakan metode berbasis laser tanpa pembedahan besar. Layanan tersebut bahkan mulai menarik pasien dari luar daerah seperti Palangka Raya dan Pangkalan Bun. “Sekarang ada beberapa operasi yang sudah pakai teknologi laser, tidak perlu dibedah besar. Bahkan pasien dari Palangka Raya dan Pangkalan Bun sudah mulai datang,” ungkapnya.
Dia menegaskan, arah kebijakan pembangunan Lamandau tetap berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan dasar yang berdampak langsung bagi masyarakat, sembari terus melakukan pembenahan infrastruktur secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.
(nra/matakalteng)





















Discussion about this post