SAMPIT – Korban tenggelam di danau bekas galian C Perumahan Bina Karya, Jalan Jenderal Sudirman Km 6, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, akhirnya berhasil ditemukan tim gabungan sekitar pukul 19.50 WIB.
Remaja berusia 18 tahun tersebut sebelumnya dilaporkan tenggelam saat berenang bersama teman-temannya pada sore hari.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kotawaringin Timur, Multazam K Anwar, menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan pada pukul 17.38 WIB dan langsung bergerak ke lokasi pada waktu yang sama.
“Laporan kami terima pukul 17.38 WIB dan tim langsung berangkat. Operasi pencarian dimulai pukul 19.00 WIB dan korban ditemukan pukul 19.50 WIB. Total waktu penanganan sekitar 50 menit,” ujarnya, Kamis, 26 Februari 2026.
Ia menjelaskan, korban ditemukan sekitar 25 meter dari pinggir danau dengan kedalaman bervariasi antara 160 hingga 180 sentimeter. Kondisi air yang keruh menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian.
“Dengan kondisi air keruh dan pencahayaan terbatas, kami dibantu unit penerangan BPBD serta tim penyelam Pos SAR Sampit. Alhamdulillah korban berhasil ditemukan,” jelasnya.
Dalam operasi tersebut, BPBD Kotim mengerahkan 14 personel, dilengkapi empat unit kendaraan roda empat, empat unit roda dua, satu perahu karet, serta jala ikan. Proses pencarian dilakukan dengan menyelam menyusuri danau menggunakan perahu karet dan alat bantu jala.
Unsur pendukung turut terlibat, di antaranya enam personel Basarnas, anggota Polres, tiga personel PMI, Lurah Pasir Putih, serta masyarakat setempat.
Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi oleh tim PMI untuk dibawa ke rumah sakit. Pihak BPBD memastikan seluruh personel dan peralatan dalam kondisi lengkap sebelum kembali ke kantor dengan keadaan aman.
“Setelah evakuasi, tim melakukan pengecekan peralatan dan personel, kemudian kembali ke kantor dengan selamat,” tambahnya.
Operasi pencarian yang berlangsung cepat tersebut menjadi bukti kesigapan tim gabungan dalam merespons laporan masyarakat.
BPBD Kotim juga mengimbau warga agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di area danau bekas galian yang memiliki kedalaman tidak merata dan kondisi air yang keruh.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post