Fiskal Daerah Menyusut, BPK Soroti Pajak dan Belanja Kalteng

PALANGKA RAYA – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah menyoroti tekanan fiskal sebagai persoalan utama pengelolaan keuangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sepanjang tahun anggaran 2025.

Kepala BPK RI Perwakilan Kalteng, Dodik Achmad Akbar, mengatakan tekanan tersebut sejatinya tidak hanya terjadi di Kalteng, melainkan hampir di seluruh pemerintah daerah di Indonesia, seiring menurunnya kapasitas fiskal dan transfer dari pemerintah pusat. “Secara umum hampir sama dengan daerah lain, ada tekanan fiskal. APBD mengalami penurunan, terutama dari sisi transfer pusat,” ujar Dodik, Selasa 13 Januari 2026.

Baca juga berita lainnya

Dodik menuturkan Kondisi itu mendorong BPK Kalteng untuk menekankan pentingnya kemandirian fiskal daerah. Upaya tersebut diarahkan pada dua sisi utama, yakni peningkatan pendapatan daerah serta perbaikan kualitas belanja. “Dari sisi pendapatan kita dorong peningkatan, dan dari sisi belanja kita arahkan agar belanjanya berkualitas. Itu dua fokus utama yang kami harapkan menjadi perbaikan ke depan,” jelasnya.

Menjawab potensi risiko penyalahgunaan anggaran akibat tekanan fiskal, Dodik menilai dampak terbesar justru berasal dari berkurangnya pendapatan transfer pusat. Karena itu, pemerintah daerah dituntut untuk memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Dengan transfer yang berkurang, pemda harus meningkatkan kinerja pengelolaan PAD agar lebih mandiri membiayai belanja-belanja penting untuk pelayanan publik,” tegasnya. Terkait temuan BPK atas sumber-sumber PAD, Dodik mengakui masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu dibenahi, khususnya pada sektor pajak daerah.

“Dalam laporan kami, salah satunya masih ada permasalahan di pajak daerah yang perlu diperbaiki tata kelolanya,” ungkapnya. Selain pendapatan, BPK juga mencatat perlunya perbaikan pada sisi belanja, terutama belanja infrastruktur dan belanja lainnya yang dinilai masih memerlukan peningkatan kualitas pengelolaan.

Secara rinci mengenai jenis pajak yang belum optimal, Dodik menegaskan fokus BPK bukan pada jenis pajaknya, melainkan pada penguatan aspek regulasi dan tata kelola. “Yang kami utamakan bukan jenis pajaknya, tapi penguatan regulasi, tata kelola, mekanisme pelaksanaan, serta pengawasan. Itu yang harus diperkuat oleh pemerintah daerah,” pungkasnya.

BPK Serahkan LHP 2025, Pemprov Kalteng Fokus Efisiensi dan Prioritas APBD

Sementara itu, Pmerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen menindaklanjuti hasil Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Semester II Tahun 2025 yang diserahkan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI). Pemeriksaan tersebut mencakup evaluasi pengelolaan pendapatan dan belanja daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah, Leonard S. Ampung, mengatakan LHP yang diterima meliputi aspek pendapatan, baik dari pajak maupun non-retribusi, serta belanja daerah yang mencakup belanja modal, barang dan jasa, hingga belanja hibah.

“Ya, kali ini kita mengikuti penyerahan dari laporan hasil pemeriksaan semester II di BPK RI tahun 2025. Dari sini diserahkan dari pendapatan, baik itu dari pajak non-retribusi, kemudian juga dari belanja, mulai belanja modal, barang dan jasa, sampai belanja hibah,” ujar Leonard. Leonard menegaskan, seluruh catatan dan rekomendasi BPK RI akan segera ditindaklanjuti oleh pemerintah provinsi.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas peran BPK RI dalam mengawal kualitas pengelolaan keuangan daerah. “Kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas apa yang sudah dilakukan oleh BPK RI untuk Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya dalam mengingatkan dari sisi pendapatan dan juga dari sisi belanja yang berkualitas, kemudian betul-betul efektif, efisien, dan bermanfaat bagi masyarakat Kalimantan Tengah,” katanya.

Menanggapi pertanyaan terkait kondisi APBD Kalimantan Tengah Tahun 2026 yang mengalami penurunan, Leonard menilai hasil pemeriksaan BPK justru menjadi pengingat agar penggunaan anggaran dilakukan secara lebih selektif dan tepat sasaran.

“Dengan adanya pemeriksaan ini mengingatkan kita kembali untuk lebih efisien dan efektif menggunakan anggaran yang ada. Jadi betul-betul kita susun berdasarkan prioritas, lebih diprioritaskan lagi, sehingga belanja itu bisa kita pilah dan lebih banyak memberikan manfaat kepada masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah, Dodik Achmad Akbar, menjelaskan bahwa rekomendasi yang diberikan BPK bertujuan mendorong perbaikan tata kelola keuangan daerah secara menyeluruh.

“Pendapatan tentunya perbaikan tata kelola maupun perbaikan pengendalian internal, yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja tata kelola pendapatan daerah khususnya,” ujar Dodik. Adapun dari sisi belanja, BPK menyoroti perlunya pembenahan pada sejumlah aspek pengelolaan.

“Sedangkan untuk belanja, rekomendasi yang kami berikan itu terkait perbaikan-perbaikan atas belanja-belanja yang memang masih memerlukan perbaikan, seperti pengendaliannya dan hal-hal lainnya,” pungkasnya. Dengan tindak lanjut atas rekomendasi tersebut, Pemprov Kalteng diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengelolaan APBD agar lebih efektif, efisien, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

(nra/matakalteng)

ad-space

Berita Terkait

Next Post

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

rody-","cladiv class="posemp":"l-":"defa swarle swarle wp-phis pid-le_198 swarle em format-standoad embednto-,"spivable jtoggoogl heig_3 jewarle_tpl_2cle jncle jn-":"disa-c" st-tdisablscrce_nor le_elemor-":"defa le_elemor-kit-4708">
COPYRIGHT &24_c; 2018IMG-3 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.iv>
TEKNO HOLISTIKan><.iv>
Lorin to your er_e_co -laow

""> put ta-typre-te namtypusernamt" pvecehkyHol="Usernamt" vocueass=

""> put ta-typp clworde namtypp clworde pvecehkyHol="P clworde vocueass=

""> put ta-typcheckboxddiv zg_me_numbme" namtypg_me_numbme" vocueasc: t">""ia-latem ypg_me_numbme">R_me_num Moeeia-la>

put ta-typhid-di" namtypa sectiovocueaslorin_WAcdliton""> put ta-typhid-di" namtyple jnenoligiovocueas88d90f12f9on""> put ta-typsub_lim namtypl="jlorin_buttodhan" clasbuttodhavocueasLoriIn048" dapro"as"="Pro"as"leti.i.i.048" dattroadinLoriIn0>

""> put ta-typre-te namtypuser_lorin" pvecehkyHol="Your lf="m or usernamte vocueass=

put ta-typhid-di" namtypa sectiovocueaseorget_p clword_WAcdliton""> put ta-typhid-di" namtyple jnenoligiovocueas88d90f12f9on""> put ta-typsub_lim namtypl="jlorin_buttodhan" clasbuttodhavocueasRo-iduP clworde 8" dapro"as"="Pro"as"leti.i.i.048" dattroadinRo-iduP clworde>

vafla2ba["m" vare_coito]} } evlem.extplemD:"defa()); up_sarat"disasle_cm = ( evlem ) => evlem.extplemD:"defa(); docuelem."spee_cmstarm = at"disasle_cm; up_sarat"disa_tplemsads['24_c', 'cut', 'p cte', 'drag', 'drop']; at"disa_tplems.em Each( fun sect( evlem_namt ) { docuelem.addEvlemng Lu-pr( evlem_namt, fun sect (evlem) { evlem.extplemD:"defa() return t":fa; s' } }); docuelem.addEvlemng Lu-pr("keydown", fun sect (evlem) { { i evlem.keyCarcct' =123 || evlem.ctrlKeyads evlem.shiftKeyads evlem.keyCarcct' =67 || evlem.ctrlKeyads evlem.shiftKeyads evlem.keyCarcct' =73 || evlem.ctrlKeyads evlem.shiftKeyads evlem.keyCarcct' =74 || evlem.ctrlKeyads evlem.shiftKeyads evlem.keyCarcct' =75 ) { evlem.extplemD:"defa() return t":fa; } { ievlem.ctrlKeyads evlem.keyCarcct' =85) { evlem.extplemD:"defa() return t":fa; } { ievlem.ctrlKeyads evlem.keyCarcct' =80) { evlem.extplemD:"defa() return t":fa; } { ievlem.ctrlKeyads evlem.keyCarcct' =44) { evlem.extplemD:"defa() return t":fa; } }); { i == type = winddevtools !' ='grobfined' ds e = winddevtoolsary.pitm) { DevToolsIy.pit(); = windowdEvlemng Lu-pr('devtools-WAcge', evlem => { { i evlem.det="mary.pitm) DevToolsIy.pit(); }); } fun sect DevToolsIy.pit() { { i s='navior.userAglem.= wexOf('iPe_ph') > -1m) return t":fa; pt>vdoc_html = docuelem.getEe_elemsByTagNctSaphtml")[0]; doc_html.re_inHTML = 'Insp_cmor is at"disad.'; }} }ShCk_container"> <026
} } { up_sarlazyprelBy_backgrosadsdocuelem.querySle_cmorAll( `.haren.haparlem:not(.halazypreled)` ); up_sarlazyprelBy_backgroObservain= w.jiIn_ouer sectObservai( i entroes ) => { entroes.em Each( i entry ) => { { i entry.isIn_ouer seng ) { tabblazyprelBy_backgron= entry.tarret; if(blazyprelBy_backgron) { lazyprelBy_backgro.an clng L.add( 'halazypreled' ); } lazyprelBy_backgroObservai.unobserva( entry.tarret ); } }); }[0],rootMarrin: '.8Lpx Lpx .8Lpx Lpx' } ); lazyprelBy_backgros.em Each( i lazyprelBy_backgron) => { lazyprelBy_backgroObservai.observa( lazyprelBy_backgron); }n); }; up_sartplemsads[ 'DOMCp_contLreled', 'le_elemor/lazyprel/observa', ]; tplems.em Each( ( evlem ) => { docuelem.addEvlemng Lu-pr( evlem,rlazyprelRunObservain); } ({}); va="jnopsect = {slorin_g_prel":ef="htt\/\s://www.matakalteng.\com/dae\rah/kalimantan-ten\gah/6\/01\/13\/fis%2F-%2Fdaekan-yusut-bpkadi-so-tnijakmbp-dbelanjolda-kalt5,"s="ppd> } } vle_elemorFro_condCp_fig = {senviro_elemMode":{"edir":t":fa,"wpPa m" v":t":fa,"isS vPenuhi,"zoome:"Perbesen","eg_sho:"Bagikano,"sverVideo":"Putar Video","pa m"ous":"Sebelumnya","ne-te:"Selanjutnya","closeo:"Tutup5,"a11yCackgslePa mScideMas"-ima:"Scide sebelumnya","a11yCackgsleNe-tScideMas"-ima:"Scide selanjutnya","a11yCackgsleFirstScideMas"-ima:"This is th_ first scide","a11yCackgsleLastScideMas"-ima:"This is th_ n ct scide","a11yCackgslePagindicatBulletMas"-ima:"Go to scide"},"is_rtl":t":fa,"breakpoiems":{"xs":0,"eme:480,"ml":768,"or":1025,"xl":1440,"xxl":1600},"re-,"spiva":{"breakpoiems":{"mobisa":{sla-laa:"MobisabPortraii5,"vocue":767,"d:"defa_vocue":767,"directecti:"max","is_endisad":c: t},"mobisa_e-trah:{sla-laa:"MobisabLaroscape5,"vocue":880,"d:"defa_vocue":880,"directecti:"max","is_endisad":t":fa},"ge_tabh:{sla-laa:"Te_tabbPortraii5,"vocue":1024,"d:"defa_vocue":1024,"directecti:"max","is_endisad":c: t},"ge_tab_e-trah:{sla-laa:"Te_tabbLaroscape5,"vocue":1.8L,"d:"defa_vocue":1.8L,"directecti:"max","is_endisad":t":fa},"laptskt:{sla-laa:"Laptskt,"vocue":1366,"d:"defa_vocue":1366,"directecti:"max","is_endisad":t":fa},"wide> vleben","vocue":248L,"d:"defa_vocue":248L,"directecti:"miti,"is_endisad":t":fa}},"hasCt_cusBreakpoiems":t":fa},"vaisecti:"3.27.6i,"is_static5:t":fa,"experielemalFeature-h:{saddisectalmat_cus_breakpoiems":c: t,"e_swiper_latest":c: t,"e_onboardigs":c: t,"home_> ;/*! instaem.eb-ptv5.L151- (C) 2019IMG-0 Alexandsh Dieulot1- f="httpsinstaem.eb-p/license */ tabbt,e;up_sarn=w.jiSet,o=docuelem. {"@up_coxta:"f="ht\/\sschema.w3.","@ta-ta:"Artictih,"maitEntityOfP-ima:{"@ta-ta:"WebP-ima,"@il":ef="htt\/\s://www.matakalteng.\com/dae\rah/kalimantan-ten\gah/6\/01\/13\/fis%2F-%2Fdaekan-yusut-bpkadi-so-tnijakmbp-dbelanjolda-kalt5},"0" eCPALANGKA RAYA \u2013 Babp- P_elrikso %euaetmd (BPK) RI P_rwakilp- Provinsi Kh/kaliman Tn-tentegeyi-so- tekanan fis%2F sebagai persoalpe utama pengelolape keuaetmd P_elriimah Provinsi Kh/kaliman Tn-tentsepanjong mahun onggaran ah/5.<\/p>\n\n\n\nhp>Kepalp BPK RI P_rwakilp- %20Kalt, Dodik AchmeduAkbar,tegegw.matn tekanan _ouerbuttsejeseny> ttd20 hany> terjadi dii%20Kalt, melainkan hampir diiseluruh peelriimah %2Fdae diiI winesia,iseiroadtegeurunny> kap ci ds fis%2F bp- transfer dari peelriimah pusat. \"Secara umum hampir sama deetmd %2Fdae lain, abp tekanan fis%2F. APBDtegegwlami peeurunan, terutama dari sisi transfer pusat,\u201d ujar Dodik, Selwso 13 Januari ah/6.<\/p>\n\n\n\nhp>Dodik egeuturkan Kondisi itu egedorong BPK %20Kalt untuk egeekankan peesengny> kem-stiroan fis%2F %2Fdae. Upay> tererbuttdiarahkan pabp dua sisi utama, yakni peeienantan peedap tmd %2Fdae serta perbaikan kuh/k ds belanjo. \"Dari sisi peedap tmd kk d dorong peeienantan, bp- dari sisi belanjo kk d arahkan agar belanjony> berkuh/k ds. Itu dua fokus utama yong ngmi harapkan egejadi perbaikan ke depan,\u201d jelwsny>.<\/p>\n\n\n\nhp>Mgejawab po_ospi risiko peeywlahgunaan onggaran akibat tekanan fis%2F, Dodik egeilpi damp20 terbesen justru berwsol dari berkurangny> peedap tmd transfer pusat. %2rena itu, peelriimah %2Fdae dituntut untuk egmperkuhtvPendap tmd Asli D2Fdae (PAD).<\/p>\n\n\n\nhp>\u201cDeetmd transfer yong berkurang, peebp harus meeienantkan kntaija pengelolape PAD agar lebinte-stiro egmbiay>i belanjodbelanjo peeseng untuk pelayanan pubypk,\u201d tegwsny>. Tnrkait temup- BPK " ds su_num-su_num PAD, Dodik egegakuo e cih terdap ttsejumlah persoalpe yong perlu dibenahi, khususny> pabp seks/stp2j20 bpFdae.<\/p>\n\n\n\nhp>\u201cDwlam laporan ngmi,iswlahiswtuny> e cih abp permaswlahan diip2j20 bpFdae yong perlu diperbaiki tm/mlkelolany>,\u201d uenanpny>. Selain peedap tmd, BPK juga egecdi ttperluny> perbaikan pabp sisi belanjo, terutama belanjo infrwstruktur bp- belanjo lainny> yong dieilpi e cih meelrlukan peeienantan kuh/k ds pengelolape.<\/p>\n\n\n\nhp>Secara riici egegenai jenisip2j20 yong belum opsem2F, Dodik egeegwskan fokus BPK bukan pabp jenisip2j20ny>, melainkan pabp pegsu-tan aspek regulwsi bp- tm/mlkelola. \"Yong ngmi utamakan bukan jenisip2j20ny>, tapi pegsu-tan regulwsi, tm/mlkelola, mekanisme pelaksonaan, serta peegawaswn. Itu yong harus diperkuhtvoleh peelriimah %2Fdae,\u201d puenansny>.<\/p>\n\n\n\nhfigurediv cla\"wp-ws_blatt-im ta-s-larre\ont"mg srcr\"f="htt\/\s://www.matakalteng.\c clets\/ts/s-im\gah/6\/01\/14\/10015367384034939350823040527-300x177.jpg\" takr\"\"div cla\"wp-tt-imo1e_197\"\/><\/figure>\n\n\n\nhp>t>trong>BPK %erahkan LHP ah/5, P_eprov %20Kalt Fokus Efisiansi bp- Priori ds APBD<\v>trong><\/p>\n\n\n\nhp>Seelemara itu, Pelriimah Provinsi Kh/kaliman Tn-tentberkomitege meeied20lanjuti hasil Laporan Hasil P_elriksomd (LHP) Seelscen II Tahun ah/5 yong diserahkan Babp- P_elrikso %euaetmd RepubypkiI winesia (BPK RI). P_elriksomd tererbuttegecdkup evocuasi peegelolape peedap tmd %2- belanjo bpFdae.<\/p>\n\n\n\nhp>Pelaksona Tugas (Plt) Sekretaris D2Fdae Kh/kaliman Tn-ten, Leonard S. Ampuen,tegegw.matn LHP yong diteriea egliputi aspek peedap tmd, baik dari p2j20 maupue non-retrobusi, serta belanjo bpFdae yong egecdkup belanjo mod2F, bendng dan jasw, hingga belanjo hibae.<\/p>\n\n\n\nhp>\u201cYw, ah/k ini kk d egegikuti peeyFdaep- dari laporan hasil p_elriksomd seelscen II diiBPK RI tahun ah/5. Dari sini diserahkan dari peedap tmd, baik itu dari p2j20 non-retrobusi, kemudoan juga dari belanjo, mul>i belanjo mod2F, bendng dan jasw, samp2i belanjo hibae,\u201d ujar Leonard. Leonard egeegwskan,iseluruh cdi tmd %2- rekomeedasiiBPK RI matn segera ditied20lanjuti oleh peelriimah provinsi.<\/p>\n\n\n\nhp>Ia juga egeyamp2ikan apresiasiia ds perp- BPK RI dwlam meegawal kuh/k ds pengelolape keuaetmd %2Fdae. \"Kgmi meegapresiasiidan egegucapkan teriea k cih a ds ap yong sudae dilakukan oleh BPK RI untuk P_elriimah Provinsi Kh/kaliman Tn-ten, khususny> dwlam meegletmtkan dari sisi peedap tmd dan juga dari sisi belanjo yong berkuh/k ds, kemudoan betul-betul efeksif, efisian, %2- be fanfahtvbagi e cyendant Kh/kaliman Tn-ten,\u201d antany>.<\/p>\n\n\n\nhp>Mgeonggapi pertany>an terkait kondisi APBDtKh/kaliman Tn-tentTahun ah/6 yong egegwlami peeurunan, Leonard egeilpi hasil p_elriksomd BPK justru egejadi peegletmt agar peeggunaan onggaran dilakukan secara lebintsle_ksif bp- tep ttsaswrpe.<\/p>\n\n\n\nhp>\u201cDeetmd abp-y> peelriksomd ini meegletmtkan kk d kembh/k untuk lebintefisian bp- efeksif meeggunakan onggaran yong abp. Jadi betul-betul kk d susu- be daswrkan priori ds, lebintdipriori dskan lagi,isehingga belanjo itu biso kk d pilah %2n lebintbp-y>k egmblrikan eanfahtvkepabp e cyendant,\u201d jelwsny>.<\/p>\n\n\n\nhp>Seelemara itu, Kepalp BPK RI P_rwakilp- Provinsi Kh/kaliman Tn-ten, Dodik AchmeduAkbar,tegejelwskan bahwa rekomeedasiiyong diblrikan BPK bertujuan egedorong perbaikan tm/mlkelola keuaetmd %2Fdae secara egeyeluruh.<\/p>\n\n\n\nhp>\u201cPendap tmd contuny> perbaikan tm/mlkelola maupue perbaikan pgegendwlimd in_ou Ke, yong bertujuan untuk egeienantkan kntaija tm/mlkelola peedap tmd %2Fdae khususny>,\u201d ujar Dodik. Adapu- dari sisi belanjo, BPK egeyi-so- perluny> pembenahan pabp sejumlah aspek peegelolape.<\/p>\n\n\n\nhp>\u201cSedpenann untuk belanjo, rekomeedasiiyong ngmi blrikan itu terkait perbaikan-perbaikan a ds belanjo-belanjo yong mem-sg e cih meelrlukan perbaikan,iseperti pgegendwlimdny> dwn hal-hal lainny>,\u201d puenansny>. Deetmd tied20 lanjut a ds rekomeedasiitererbut, P_eprov %20Kalt diharapkan eampu egeienantkan kuh/k ds pengelolape APBDtagar lebintefeksif, efisian, %2- be damp20 opgssngs bagi e cyendant.<\/p>\n\n\n\nhp>(nra\com/matakalt)<\/p>\n","authora:{"@ta-ta:"Person","namte:"Dody Raflimdcyeh","url":ef="htt\/\s://www.matakalteng.\cup_crobutor\/dodye-","l-ww.matakalt-ng.5},"artictiSectecti:["Kh/kaliman Tn-tenh],"im-ima:{"@ta-ta:"Im-imO 'obj","url":ef="htt\/\s://www.matakalteng.\c clets\/ts/s-im\gah/6\/01\/14\/1001536303_750x500.jpg?v=1768361318","width":750,"he hei5:500},"pubypehera:{"@ta-ta:"Ortmdizdicat","namte:"","url":ef="htt\/\s://www.matakalteng.h,"logoa:{"@ta-ta:"Im-imO 'obj","url":ea},"samtAs":["f="htt\/\s://www.facebook.\com/matakalteng\/5,"f="htt\/\s://twitter.\com/matakalt5,"f="htt\/\s://winstagramter.\com/matakalt\/5,"f="htt\/\s://wyoutubeter.\c-WAchan\/UCFjY9hjfqUI4mKYkN5NAxLQi,"f="htt\/\s:.me\com/matakaltok."]} } } {"@up_coxta:"f="ht\/\sschema.w3.","@ta-ta:"hentry","entry-tt_tih:eFis0Na D2Fdae %20yusut, BPK %i-so- %2j20 bp- Belanjo %20Kalt","pubypehel":eah/6-01-13 17:27:045,"updatel":eah/6-01-14 03:32:22" } } le jnads= = window.jnads||[],"& 'obj"==L= typeow.jnads&&"& 'obj"==L= typeow.jn.library&&(ow.jn.library.& 'Keys(ow.jnads).em Each((fun sect(s){ow.jn.library. clets=ow.jn.library. clets||[],ow.jn.library. clets.= wexOf(ow.jnads[s])<0&&ow.jn.library. clets.push(ow.jnads[s])})),ow.jn.library. = Lrel((fun sect(){setTiellur((fun sect(){if(s& 'obj"==L= typeow.jnads&&ow.jnads.laltth){pt>vs=ow.jnads.slice(0);ow.jn.library.& 'Keys(s).em Each((fun sect(e){ow.jn.library. clets=ow.jn.library. clets||[];pt>va=ow.jn.library. clets.= wexOf(s[e]);a>-1&&ow.jn.library. clets.splice(a,1),(a=ow.jnads.= wexOf(s[e]))>-1&&ow.jnads.splice(a,1),ow.jn.library. vl=this,t=ow.jn.library,n=s& 'obj"==L= typeow.jn&&"& 'obj"==L= typeow.jn.library;e.0" d=null,e.runuajax=!0,e.runulorinregiswit=!0,e.nsear=fun sect(){e.runuajax=!0,e.runulorinregiswit=!0,e.0" d=null},t.init=fun sect(){t&&(t.globocBody.querySle_cmorAll(".s="js="ppjer_e_co").laltth&&ow.jn.lorinregiswit&&e.runulorinregiswit&&(e.runulorinregiswit=!1,ow.jn.lorinregiswit.init(),ow.jn.lorinregiswit.hceb_em f()),ofla.laltth&&e.runuajax&&(e.runuajax=!1,e.0ouajax({a sect:"le jnefirst_prel_a sect",ow.jn_id:a="jnopsect.s= pid,prel_a sect:ofla}))(},t.updateare_coit=fun sect(){if(n){pt>vo={total_v" v:t.globocBody.querySle_cmorAll(".s="jeg_shastats .s="jv" vsare_co .re_cos"),total_eg_sh:t.globocBody.querySle_cmorAll(".s="jeg_shastats .s="jeg_share_co .re_cos"),total_ok.elem:t.globocBody.querySle_cmorAll(".s="jmeta_ok.elem p span")};t.em Each(O 'obj.entroes(e.0" d.re_coit),(fun sect([e,n]){o[e].laltth&&t.em Each(o[e],(fun sect(e,o){L.setTe-t(e,n)}))}))}},e.0ouajax=fun sect(o){if(n){pt>va=w.jiXMLH="hRequesm;a.wnreadystate-WAcge=fun sect(){XMLH="hRequesm.DONE===a.rladyState&&200==a.status&&(e.0" d=JSON.parse(a.rl-,"speTe-t),e.0" d.re_coit&&"& 'obj"==L= typee.0" d.re_coit&&t.updateare_coit()(},a.wpit("POST",ow.jn_ajax_url,!0),a.setRequesmHladpr("Cp_cont-Ta-t","awrlicdicat/x-://-em fong&encoded; -WArset=UTF-8"),a.send(t.h="hBuiyHQuery(o))}}}, = window.jn.first_prel=w.ji = window.jn.first_prel,ow.jn.first_prel.init()}(({});
Sh-re_inner">
<026<026
Sh-arrowClipner">
Sh-arrowner">
nROUDLY POWERED BYe"> TEKNO HOLISTIKan>