PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menegaskan bahwa keberhasilan Koperasi Merah Putih hanya dapat dicapai melalui kerja sama dan sinergi seluruh pihak. Ia menyebut kolaborasi merupakan kunci utama untuk mempercepat pembangunan dan operasional koperasi sebagai bagian dari kebijakan nasional.
Gubernur menjelaskan bahwa implementasi program ini mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan fisik gerai, pergudangan, dan sarana pendukung koperasi. Program tersebut menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam memperkuat kemandirian ekonomi daerah sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat.
Agustiar meminta bupati dan wali kota di seluruh Kalteng segera mengambil langkah konkret. Ia menekankan pentingnya penyediaan lahan dari aset daerah atau desa, percepatan proses perizinan, serta fasilitasi penyelesaian apabila terjadi sengketa lahan. “Semua pihak harus bergerak cepat agar target dapat tercapai,” katanya, Senin (8/12).
Gubernur menargetkan seluruh gerai koperasi telah berdiri dan beroperasi penuh pada April 2026. Ia menilai bahwa keberadaan gerai tersebut akan mempercepat distribusi pangan dan memperkuat rantai pasok di tingkat daerah. Selain itu, operasional yang optimal juga diharapkan memberi dampak ekonomi langsung kepada masyarakat.
Pemerintah Pusat, melalui Kementerian Keuangan, turut memberikan dukungan teknis penganggaran. Dukungan tersebut mencakup penempatan dana di HIMBARA dan Bank Syariah Indonesia sebagai sumber pembiayaan bagi PT Agrinas Pangan Nusantara. “Pemprov bersama kabupaten/kota berkomitmen mendukung ASTA CITA Presiden,” ujar Agustiar.
Dengan adanya dukungan lintas sektor, pemerintah optimistis Koperasi Merah Putih dapat menjadi motor penggerak ekonomi rakyat. Program ini diharapkan memperkuat ketahanan pangan, membuka kesempatan usaha, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Tengah.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post