PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran, bersama Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM-Intel) Kejaksaan Agung Reda Manthovani, menghadiri kegiatan pelepasan benih ikan sekaligus susur Sungai Kahayan di Dermaga Flamboyan Bawah, Palangka Raya, Jumat 26 September 2025.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kejati Kalteng Agus Sahat ST Lumbun Gaol, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, Ketua DPRD Kota Palangka Raya Subandi, serta Kepala Kejari Palangka Raya Andi Muri Machfud.
Ribuan benih ikan dilepaskan langsung secara simbolis ke Sungai Kahayan sebagai bagian dari program restocking dan pembudidayaan ikan di Kota Palangka Raya. Kegiatan berlangsung dalam suasana akrab meski di bawah terik matahari bersama dengan Gubernur, JAM – Intel, Walikota, dan Ketua DPRD Kota.
Usai pelepasan benih, rombongan melanjutkan agenda dengan menyusuri Sungai Kahayan menggunakan kapal wisata milik Pemerintah Provinsi Kalteng. Kapal tersebut baru saja diluncurkan beberapa bulan lalu sebagai bagian dari pengembangan desa wisata di Palangka Raya.
Di atas kapal wisata, Gubernur Kalteng tampak berbincang hangat dengan JAM-Intel Reda Manthovani sambil menikmati santap makanan. Sejumlah pejabat lainnya juga terlihat asyik bercengkrama dan sesekali bersenda gurau. Tampak deretan rumah masyarakat di tepi Sungai Kahayan, sesekali terlihat perahu kecil melintas mencari ikan sebagai ciri khas kehidupan warga Kalimantan.
Rumah di atas sungai, tambak ikan, hingga Jembatan Kahayan dan Tugu Bundaran Besar yang menjulang menjadi ikon Kota Palangka Raya, menambah keindahan panorama tersebut. Susur sungai ini sekaligus menjadi momentum memperkenalkan keindahan alam serta kearifan lokal Palangka Raya kepada Reda dan rombongan, sebelum mereka kembali ke Jakarta.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menegaskan bahwa kegiatan restocking ikan merupakan agenda rutin Dinas Perikanan. “Program ini tidak hanya dilakukan di Sungai Kahayan, tetapi juga di sejumlah danau di Kota Palangka Raya. Sebelumnya kami sudah melakukan restocking di Danau Hanjalutung dan beberapa lokasi lainnya,” jelasnya.
Fairid menambahkan, kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjaga keberlanjutan ekosistem perairan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor perikanan dan wisata lokal.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post