PALANGKA RAYA – Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong inovasi di sektor ketenagakerjaan. Salah satu terobosan terbaru adalah peluncuran aplikasi “Daya Kerja”, yang resmi diperkenalkan dalam soft launching, Jumat 29 Agustus 2025, berkolaborasi dengan Tim Percepatan Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Perkebunan.
Kepala Dinas Perkebunan Kalteng, Rizky R. Badjuri, menegaskan aplikasi ini dirancang untuk menjadi jembatan antara perusahaan perkebunan dan masyarakat pencari kerja. “Ada juga inovasi terkait penyerapan tenaga kerja yang diluncurkan kemarin. Mudah-mudahan program ini dapat terus berprogres sesuai harapan kita terhadap masyarakat,” ujarnya, Jumat 12 April 2025.
Menurut Rizky, aplikasi tersebut diharapkan mampu menyatukan potensi tenaga kerja dalam satu wadah yang terintegrasi. “Bagi yang belum mendapatkan pekerjaan yang sesuai, melalui program ini perusahaan-perusahaan dapat membantu menyatukan potensi tenaga kerja dalam satu bingkai,” tambahnya. Dia menekankan bahwa program ini sejalan dengan visi-misi Gubernur Kalimantan Tengah untuk membuka lebih banyak ruang kerja bagi masyarakat.
“Penyerapan tenaga kerja ini berkaitan dengan visi-misi Pak Gubernur untuk membuka lebih banyak ruang kerja bagi masyarakat,” tegasnya. Rizky juga melihat peluang besar bagi generasi muda dan lulusan perguruan tinggi melalui aplikasi tersebut. “Banyak sarjana nantinya mungkin bisa menjadi humas, asisten manajer, manajer, bahkan suatu saat bisa menjadi direktur,” jelasnya.
Dengan inovasi ini, Dinas Perkebunan berharap sektor perkebunan tidak hanya berkontribusi pada peningkatan perekonomian daerah, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja yang lebih luas dan berjenjang. “Yang jelas, fokus kita adalah menyukseskan visi-misi Gubernur dan Wakil Gubernur. Inovasi yang dilakukan salah satunya adalah melalui aplikasi Daya Kerja, sekaligus memberikan peluang bagi pemuda-pemuda kita,” tutup Rizky.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post