PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran bersama pimpinan perangkat daerah, menggelar sesi diskusi terbuka bersama rekan media di halaman Istana Isen Mulang, Kantor Gubernur Kalteng, Kamis 31 Juli 2025 sore.
Kegiatan ini diawali dengan olahraga jalan santai bersama di sekitar Bundaran Besar Palangka Raya, kegiatan ini sebagai bentuk silaturahmi antara pemerintah provinsi dan insan pers. “Dengan kegiatan seperti ini akan muncul interaksi dan diskusi yang sehat. Selain badan bugar, kita juga mendapatkan energi dan semangat baru untuk bekerja lebih baik,” ujar Gubernur Agustiar Sabran di sela kegiatan.
Usai jalan santai, sesi diskusi dilanjutkan seputar program kerja dan kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur menjelang enam bulan masa pemerintahan. Diskusi ini juga menjadi forum penyampaian aspirasi, kritik, serta kendala-kendala yang dihadapi wartawan dalam mengakses informasi di lapangan.
“Kami sekarang sudah lima bulan sebelas hari bekerja. Tanggal 20 Agustus nanti, genap enam bulan. Apa yang tampak di luar belum tentu menggambarkan seluruh proses di dalam. Banyak hal yang harus melalui tahapan dan regulasi,” jelas Agustiar. Dia menegaskan, seluruh program pemerintah daerah tetap mengacu pada regulasi yang berlaku, dan mengajak rekan media untuk terus memberikan masukan.
“Pantau terus kami. Berikan masukan kepada kami. Kami sangat terbuka terhadap kritik dan saran masukan,” tambahnya. Sebagai bentuk interaksi dua arah, gubernur menanggapi dan menguraikan dengan tegas terkait hal-hal yang disampaikan langsung oleh rekan-rekan media kepada gubernur Kalteng.
Dalam sesi sharing dan diskusi, juga membahas isu strategis seperti pembangunan infrastruktur, penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), penertiban kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) hingga penguatan sektor pariwisata dan hilirisasi sumber daya alam.
Terkait program unggulan Kartu Huma Betang, Agustiar menegaskan bahwa pelaksanaannya tetap menjadi prioritas, namun tetap melalui proses verifikasi yang ketat agar tepat sasaran. “Program ini merupakan bentuk keadilan dan pemerataan pembangunan. Namun, tentu perlu verifikasi agar penerimanya benar-benar layak. Ini bukan sekadar janji, tapi harus dijalankan secara bertahap dan terukur,” katanya.
Menutup diskusi, Gubernur kembali menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat melalui media. “Segala sesuatu perlu regulasi. Tidak bisa instan seperti membalikkan tangan. Tapi sampaikanlah kepada kami apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Kami siap dikawal, dan kami butuh itu,” pungkas Agustiar.
(nra/matakalteng)





















Discussion about this post