PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menyusun Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) 2025–2045 sebagai pedoman investasi jangka panjang yang sinergis dengan kebijakan nasional, visi Presiden, dan misi Gubernur.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalteng, Sutoyo, menegaskan RUPM ini akan menjadi arah kebijakan investasi daerah, yang menyeimbangkan kepentingan publik dan swasta serta disusun berbasis potensi nyata di tiap daerah. “Dokumen ini akan memastikan investasi yang masuk benar-benar produktif, berkelanjutan, sesuai karakteristik masing-masing daerah, dan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi,” ujarnya dalam sosialisasi penyusunan RUPM dan capacity building promosi investasi di Ballroom Swissbell Hotel Palangka Raya, Rabu 16 Juli 2025.
Ia menyebut, target investasi 2025 telah dinaikkan dari Rp21 triliun menjadi Rp25,93 triliun. Untuk mencapainya, kata Sutoyo, diperlukan kolaborasi erat antar kabupaten/kota, penguatan strategi promosi, serta penyusunan perencanaan yang tepat sasaran. “Semua perencanaan harus konsisten selama 20 tahun ke depan, selaras dengan Asta Cita, visi-misi gubernur, dan potensi lokal. Tidak berubah-ubah, tetapi berbasis data, kondisi geografis, dan kekuatan daerah,” jelasnya.
Sutoyo juga menekankan perlunya pemahaman mendalam dari seluruh pemangku kepentingan tentang potensi yang bisa dikembangkan dan dipromosikan, sehingga menjadi sumber pendapatan asli daerah dan menarik investor. “Contohnya, Palangka Raya yang tidak punya tambang atau batubara, tentu harus mengoptimalkan sektor pariwisata dan jasa. Sementara daerah seperti Murung Raya, Barito Utara, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Kapuas, dan Pulang Pisau memiliki kontribusi besar dari sumber daya alam,” terangnya.
Kalteng saat ini telah memiliki peta potensi investasi yang terdigitalisasi, sehingga investor tidak perlu datang langsung untuk mencari informasi. “Mereka bisa mengakses website atau aplikasi DPMPTSP untuk melihat potensi di semua sektor,” tambah Sutoyo. Dalam capacity building yang digelar bersamaan, DPMPTSP juga meningkatkan kompetensi aparatur daerah dalam menyusun bahan promosi yang kredibel, memahami strategi komunikasi yang tepat, serta memperkuat koordinasi tim promosi penanaman modal di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
“Pelaksanaan dua kegiatan secara sekaligus ini merupakan langkah yang kami ambil sehingga kegiatan yang dilaksanakan dapat berjalan secara efektif dan efisien. Adapun Sosialisasi Penyusunan RUPM Provinsi Kalimantan Tengah Periode 2025-2045 dilaksanakan pada tanggal 16 Juli 2025 sedangkan Capacity Building Promosi Penanaman Modal Tahun 2025 akan dilaksanakan pada tanggal 16-17 Juli 2025” pungkas Sutoyo.
Langkah ini, menurut Sutoyo, untuk memastikan bahwa strategi promosi lebih terarah, efektif, dan mampu menarik minat investor dalam dan luar negeri. Kegiatan ini Turut hadir pada kegiatan tersebut Plt. Sekretaris Daerah Kalteng Leonard S. Ampung, segenap Kepala PD lingkup Pemprov Kalteng, segenap Kepala DPMPTSP Kabupaten/Kota se Kalteng.
Adapun narasumber kegiatan ini dari Direktorat Perencanaan Makro Investasi, Kementerian Investasi dan Hilirisasi / BKPM RI Widiyanti, Manai S. Bulo dari Direktorat Pengembangan Promosi Penanaman Modal Kementerian Invenstasi dan Hilirisasi / BKPM RI, Hirzi dari Direktorat Pengembangan Potensi Daerah, Kementerian Investasi dan Hilirisasi / BKPM RI, Akhim Kuntjoro Jati, Kepala Unit Perumusan KEKD Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Meitri Hening Chrisna Daluarti dari PT. Sucofindo Jakarta dan Novita Chandra CT.BNSP (Public Speaker).
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post