SAMPIT – Laga hidup mati antara Bhayangkara FC B dan Sinchay FC di babak 8 besar HNR Cup I 2025 berakhir dramatis. Pertandingan yang digelar di Stadion 29 November Sampit, Selasa, 15 Juli 2025 sore, harus ditentukan lewat adu penalti setelah skor imbang 2-2 bertahan hingga waktu normal berakhir. Sinchay FC akhirnya keluar sebagai pemenang setelah menang 5-4 di babak adu penalti.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, kedua tim langsung bermain ngotot dan menurunkan skuad terbaiknya. Bhayangkara FC B mengenakan jersey biru kebanggaannya, sedangkan Sinchay FC tampil dengan kostum hijau-putih.
Pertandingan berjalan dengan tempo tinggi. Bhayangkara FC B tampil dominan dan menguasai jalannya laga. Keunggulan mereka dibuka oleh pemain andalan Alvin (nomor 6) lewat sepakan akurat di menit awal. Gol tersebut tak hanya membawa timnya unggul 1-0, tetapi juga menempatkan Alvin di puncak klasemen sementara top skor dengan 6 gol.
Bhayangkara FC B nyaris menambah keunggulan melalui tendangan bebas dari kapten tim, Agi Pratama (nomor 2), namun kiper Sinchay FC tampil gemilang dan berhasil menepis bola yang mengarah ke pojok gawang.
Di bawah komando pelatih Randi, Bhayangkara FC A menurunkan komposisi pemain bertabur bintang, seperti Abi Mutasa (pemain senior tarkam Sampit), Arif Mantos, Alvin (eks Borneo FC U-20), kiper Fuad, dan gelandang asal Kalsel yang pernah memperkuat Barito Putera senior.
Namun hingga akhir babak pertama, skor tetap 1-0 untuk keunggulan Bhayangkara FC B. Memasuki babak kedua, hujan deras mengguyur stadion dan membuat lapangan tergenang. Kondisi ini dimanfaatkan Sinchay FC dengan baik. Pemain nomor 23 mencetak gol penyeimbang melalui skema cepat yang mengejutkan lini belakang Bhayangkara. Skor pun berubah menjadi 1-1.
Permainan makin keras dan penuh tensi akibat lapangan yang licin. Banyak pelanggaran terjadi, dan kedua tim terus jual beli serangan. Bhayangkara FC B kembali unggul 2-1 lewat tendangan bebas akurat dari Dayat (nomor 10) setelah Rasyid (nomor 30) dilanggar.
Namun, Sinchay FC kembali menyamakan skor lewat tendangan voli keras dari pemain nomor 9 dan gagal dihalau oleh kiper bhayangkara FC B yang dijaga oleh Fuad. Skor kembali imbang 2-2.
Drama semakin menjadi ketika pemain Sinchay FC bernomor 29 melakukan sengaja menahan menggunakan tangan bola yang hampir berbuah jadi gol di gawang handball Ia langsung diganjar kartu merah oleh wasit dan Bhayangkara FC B mendapat hadiah penalti. Sayangnya, Alvin yang menjadi algojo gagal menjalankan tugasnya. Tendangannya berhasil ditepis oleh kiper Sinchay FC yang tampil luar biasa.
Skor tetap 2-2 dan pertandingan pun harus dilanjutkan ke babak adu penalti. Dalam babak adu penalti, Sinchay FC lebih tenang dan berhasil mengonversi lima tendangan menjadi gol. Bhayangkara FC B hanya mampu mencetak empat gol, setelah dua algojonya gagal, termasuk Alvin yang tendangannya melambung ke atas mistar.
Sinchay FC menang 5-4 dalam drama adu penalti dan memastikan tiket semifinal HNR Cup I. Kiper Sinchay FC bernomor 27 dinobatkan sebagai Man of the Match berkat penyelamatan krusialnya sepanjang laga dan saat adu penalti.
Sementara itu, kekalahan ini membuat langkah Bhayangkara FC B terhenti. Alvin, yang mencetak total 6 gol di turnamen ini, tetap berada di posisi dua klasemen top skor sementara, di bawah Yusup A.P dari Betang FC yang juga mengoleksi 6 gol. Agus “Suarez” dari RSDM FC A menyusul di posisi ketiga dengan 5 gol dan masih berpeluang menyalip karena timnya lolos ke semifinal.
“Sinchay FC akan menghadapi L.A Mania FC di babak semifinal yang dijadwalkan berlangsung Kamis, 17 Juli 2025,” kata Adi Wahyudi, Juru Bicara HNR Cup I.
(gus/matakalteng)






















Discussion about this post