PALANGKA RAYA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dan seluruh pemerintah kabupaten/kota atas keberhasilan dan komitmennya dalam menurunkan angka prevalensi stunting secara signifikan dalam lima tahun terakhir.
Apresiasi tersebut disampaikan oleh Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintah Daerah III Kemendagri, Chaerul Dwi Sapta, dalam acara Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penurunan Stunting (PPS) Se-Kalteng Tahun 2025 yang berlangsung di Aula Bapperida Provinsi Kalteng, Senin (14/4/2025) pagi. Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalteng H. Edy Pratowo.
“Kami mengapresiasi kepada seluruh daerah, terutama Provinsi Kalimantan Tengah beserta jajaran Kabupaten/Kota di wilayahnya, telah melakukan langkah-langkah yang luar biasa dalam penanganan stunting,” ujar Chaerul dalam sambutannya yang disampaikan secara virtual. Dia mengungkapkan bahwa Kalteng telah mencatat penurunan prevalensi stunting sebesar 10,05% dalam lima tahun terakhir, angka yang lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 9,3%.
“Bapak Wagub, apresiasi kami dari Kemendagri,” imbuhnya. Chaerul menegaskan pentingnya menjaga capaian tersebut dengan terus memperkuat sinergi lintas sektor serta mempertahankan komitmen seluruh stakeholder daerah. Wakil Gubernur Edy Pratowo, dalam sambutannya saat membuka rakor, menyampaikan bahwa kolaborasi merupakan kunci utama dalam penanganan stunting secara menyeluruh dan berkelanjutan.
“Penekanannya adalah kolaborasi dan sinergitas lintas sektor dengan berbagai program yang dapat menyentuh secara langsung pada kelompok sasaran,” kata Edy Pratowo. Dia juga menekankan perlunya penguatan konvergensi program, termasuk dalam pemetaan, perencanaan, penganggaran, hingga penyusunan rencana kerja yang menyasar langsung kelompok prioritas.
“Percepatan penurunan stunting harus dilakukan secara terkoordinir, terpadu, dan secara bersama-sama dengan sasaran kelompok prioritas untuk mencegah terjadinya kasus stunting,” pungkas Wagub. Melalui rakor ini, diharapkan seluruh pihak terkait dapat semakin memperkuat komitmen bersama dalam mencapai target nasional penurunan stunting, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Tengah.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post