PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus menguatkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto.
Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalteng, Agus Candra, menyampaikan bahwa Gubernur Kalteng, H. Agustiar Sabran, menegaskan akan terus mengawal dan memastikan keberhasilan program ketahanan pangan di wilayahnya.
“Kami akan terus bekerja memberikan kinerja terbaik dalam mewujudkan kemandirian pangan. Kita selaraskan program dan kegiatan pembangunan dari tingkat pusat hingga daerah,” ujar Agus Candra, menegaskan pentingnya sinergi dalam menjalankan program ketahanan pangan, Rabu 9 April 2025.
Menurut data dari Kerangka Sampel Area (KSA) yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), pada April 2025, potensi luas panen nasional mencapai 1.595.583 hektare dengan estimasi produksi sebesar 8.631.204 ton gabah kering giling (GKG), yang setara dengan 4,97 juta ton beras. Secara kumulatif, produksi gabah nasional pada periode Januari–April 2025 tercatat mencapai 13.948.785 ton GKG, angka tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.
Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi atas capaian ini dan mengungkapkan rasa bangganya terhadap kerja keras para petani serta sinergi lintas sektor yang mendukung keberhasilan tersebut. Ia juga menekankan bahwa pencapaian ini bukan hanya sekadar keberhasilan teknis, tetapi juga merupakan kemenangan moral dan sosial.
“Saudara-saudara petani adalah tulang punggung bangsa. Tanpa pangan, tidak ada negara. Tanpa pangan, tidak ada NKRI,” tegas Prabowo. Lebih lanjut, Presiden Prabowo membandingkan situasi pangan global, di mana banyak negara yang tengah menghadapi krisis pangan dan kekurangan beras.
“Bahkan di negara terkaya sekalipun, telur langka. Tapi kita, Alhamdulillah, sekarang ekspor telur dan harganya turun. Ini berkat kerja keras semua pihak dan kebijakan yang masuk akal untuk membela rakyat,” ujarnya.
Dalam laporan BPS juga disebutkan bahwa 14 provinsi utama seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, Yogyakarta, Sumatera Selatan, Aceh, Lampung, Sumut, Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Selatan (Kalsel), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi Selatan (Sulsel) menyumbang hampir 91,42% dari total produksi pangan nasional pada bulan ini.
Provinsi-provinsi ini tercatat memiliki luas panen 1,43 juta hektare dengan produksi 7,89 juta ton GKG, menjadikannya sebagai tulang punggung produksi pangan nasional. Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah mencatatkan kontribusi terbesar terhadap produksi nasional, sementara di luar Pulau Jawa, Sulsel, Lampung, dan NTB menjadi penyumbang kontribusi tertinggi.
Dengan pencapaian ini, pemerintah berharap dapat terus menjaga kestabilan pangan di seluruh wilayah Indonesia dan memperkuat kemandirian pangan untuk masa depan.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post