PALANGKA RAYA – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah mendukung penuh pelaksanaan Panen Raya secara serentak yang berlangsung di 14 provinsi dan 157 kota/kabupaten di seluruh Indonesia.
Dinas TPHP Kalteng menegaskan komitmennya untuk memperkuat sistem pendampingan serta pelayanan teknis guna mengawal kebijakan pangan nasional yang berdampak nyata bagi kesejahteraan petani di Kalimantan Tengah.
Sekretaris Dinas TPHP Kalteng, Retno Nurhayati Utaminingsih, yang mewakili Kepala Dinas TPHP, menyampaikan bahwa penetapan harga Gabah Kering Panen (GKP) oleh Presiden menjadi kabar baik bagi petani, terutama menjelang musim panen.
“Harga GKP yang ditetapkan Presiden memberikan kepastian bagi petani dalam memperoleh harga jual yang layak, dan tentu ini akan mendorong semangat mereka pada musim tanam berikutnya,” ujar Retno, Rabu 9 April 2025.
Sebagai perangkat daerah teknis di tingkat provinsi, Dinas TPHP Kalteng berperan aktif dalam pengawalan program pertanian dan pendampingan teknis di lapangan. Dinas ini bersinergi dengan pemerintah kabupaten serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung proses produksi pertanian, yang mencakup fasilitasi cetak sawah, bantuan sarana produksi, penguatan kapasitas kelompok tani, serta percepatan tanam.
Selain itu, Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah juga sedang menyiapkan hilirisasi hasil panen melalui pembangunan pabrik perberasan dengan kapasitas 3 hingga 4 ton per jam. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, memperpendek rantai distribusi, serta menjaga stabilitas harga di tingkat petani dan konsumen.
Berdasarkan data dari Survei Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS), untuk periode Januari hingga April 2025, luas panen di Kalimantan Tengah tercatat sebesar 33.669 hektar dengan produksi padi sebanyak 112.766 ton Gabah Kering Giling (GKG). Untuk bulan April 2025, diperkirakan luas lahan yang dipanen mencapai sekitar 11.341 hektar dengan produksi sekitar 37.744 ton GKG, setara dengan 22.420 ton beras, yang tersebar di beberapa kabupaten di Kalimantan Tengah.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas TPHP Kalteng, H. Irpan Rianto, menambahkan bahwa angka tersebut merupakan estimasi berdasarkan fase pertumbuhan tanaman padi. Ia juga menyebutkan bahwa hasil ubinan di Desa Pantik, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau menunjukkan hasil yang cukup baik, yakni 6,33 ton per hektar GKP, setara dengan 5,42 ton GKG.
Irpan juga menekankan pentingnya pengawalan pencatatan data luas panen, produktivitas, dan produksi agar sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Hal ini dilakukan untuk memastikan data yang lebih akurat sesuai dengan proyeksi dari BPS dan kondisi aktual yang ada di lapangan.
Dinas TPHP Kalteng berkomitmen untuk terus mendukung petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan menjaga kesejahteraan petani, serta memastikan program-program pemerintah berjalan dengan efektif dan tepat sasaran.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post