PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, memastikan akan ada perombakan atau reshuffle di jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan pemerintah provinsi setempat.
Agustiar menjelaskan bahwa pergantian pejabat dalam pemerintahan adalah hal yang wajar, terutama bagi mereka yang telah memasuki masa pensiun atau untuk penyegaran organisasi. Ia menegaskan bahwa reshuffle ini tidak ada kaitannya dengan unsur politik.
“Pasti ada pergantian. Masa yang sudah pensiun tidak diganti, bagaimana? Itu kan tidak mungkin. Jadi pasti ada rotasi,” ungkap Agustiar.
Namun, meskipun perombakan sudah dipastikan, Agustiar Sabran masih merahasiakan waktu pelaksanaan reshuffle ini. Ia hanya meminta masyarakat untuk bersabar dan menunggu pengumuman lebih lanjut.
“Tunggu saja. Waktunya nanti akan menjawab,” ujar Agustiar singkat.
Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, juga menanggapi isu reshuffle ini. Ia menyatakan bahwa saat ini fokus utama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah adalah menyelaraskan program 100 hari kerja sebelum melakukan evaluasi terhadap pejabat yang ada.
“Belum ada rencana ke arah sana, itu nanti berjalan saja sesuai kebutuhan. Itu nanti akan berproses. Dari hasil pemetaan BKD, memang ada jabatan yang harus diisi, tapi semua ada tahapannya. Sekarang kita masih fokus untuk menselaraskan program 100 hari kerja,” jelas Edy Pratowo.
Terkait posisi Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Edy Pratowo menegaskan bahwa pengisian jabatan akan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. Hingga saat ini, belum ada rencana untuk membuka lowongan seleksi untuk jabatan Sekretaris Daerah.
“Itu juga belum. Nanti berproses saja lah,” tandasnya.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post