SAMPIT – Keberadaan konvoi sahur yang dilakukan sekelompok pemuda di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Alih-alih menggunakan lantunan sholawat atau musik religi, mereka justru memilih membangunkan sahur dengan suara musik DJ yang menggelegar dari sound system berdaya tinggi.
Berdasarkan pantauan wartawan ini, fenomena ini terjadi di beberapa titik di Kota Sampit, dimana para pemuda membawa sound system besar menggunakan mobil bak terbuka, seperti Hilux dan Tosa. Beberapa di antara mereka juga mengikuti konvoi dengan menggunakan sepeda motor. Suara bass yang dihasilkan dari perangkat audio tersebut begitu kuat hingga getarannya terasa di rumah-rumah warga sekitar.
Nur (28), warga taman kota, mengeluhkan aktivitas ini karena dianggap mengganggu ketenangan, terutama bagi mereka yang ingin beristirahat sebelum menjalankan ibadah sahur dan shalat Subuh.
“Bukannya membangunkan sahur, malah membuat kami tidak nyaman. Suaranya terlalu keras, dan musiknya bukan musik religi malah yang diputar nya musik DJ, rumah kami sampe getar karena musik yang dihasilkan orangnya tu. Setiap hari saya mendengar musik ini (khusus dirinya ditaman kota),” ujar Nur. Selasa, 11 Maret 2025.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa konvoi ini dilakukan pada dini hari, menjelang waktu sahur. Para pemuda berkeliling di berbagai ruas jalan dengan volume musik yang sangat keras. Beberapa warga bahkan sempat keluar rumah untuk melihat langsung iring-iringan kendaraan yang melintas dengan suara menggelegar.
Meskipun niat awal dari para pemuda ini mungkin sekadar untuk meramaikan suasana sahur, namun cara yang mereka gunakan justru berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat.
Warga berharap pihak berwenang dapat segera mengambil tindakan, baik dengan memberikan teguran maupun menetapkan aturan yang lebih tegas terkait kegiatan serupa.
“Kalau mau membangunkan sahur, lebih baik dengan cara yang santun, misalnya menggunakan alat musik tradisional atau lantunan sholawat. Jangan pakai musik DJ yang lebih cocok untuk hiburan malam,” tambahnya.
(gus/matakalteng)




















Discussion about this post