PALANGKA RAYA – Kalimantan Tengah (Kalteng) yang sempat mencatatkan inflasi tertinggi kedua di Indonesia pada periode September hingga November 2022, kini menunjukkan pemulihan signifikan. Dengan upaya keras dari pemerintah daerah, pada bulan Oktober 2024, provinsi ini berhasil meraih posisi ketiga terendah dalam inflasi nasional.
Gubernur Kalimantan Tengah, H. Sugianto Sabran, mengungkapkan bahwa instruksi Presiden yang mengharuskan setiap kepala daerah mengendalikan inflasi di wilayahnya telah menjadi acuan dalam penanggulangan masalah ekonomi yang berdampak besar pada masyarakat.
“Kami terus bekerja keras untuk mengatasi lonjakan harga yang membuat daya beli masyarakat anjlok. Salah satu upaya yang kami lakukan adalah melalui berbagai program pengendalian inflasi, seperti pasar murah, BLT, dan gerakan tanam lombok,” kata Sugianto Sabran,” ujarnya, Jumat 23 November 2024.
Salah satu program unggulan yang dinilai memberikan dampak langsung bagi masyarakat adalah pasar penyeimbang atau pasar murah. Program ini memungkinkan pemerintah untuk melakukan intervensi pasar dengan memberikan subsidi hingga 95 persen pada harga bahan pokok.
“Melalui pasar murah ini, masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Ini bukan sekadar bansos, melainkan program yang membantu mengendalikan harga di pasar sehingga daya beli masyarakat dapat kembali membaik,” tambahnya.
Sugianto Sabran menjelaskan bahwa pasar murah atau pasar penyeimbang merupakan upaya nyata untuk menyentuh langsung kebutuhan masyarakat yang terdampak inflasi. Intervensi ini pun telah berhasil menunjukkan hasil, di mana pada Oktober 2024, Kalimantan Tengah mampu meraih peringkat inflasi terendah ketiga di Indonesia, berkat skema tersebut.
Berbeda dengan bantuan sosial (Bansos) yang umumnya berupa uang tunai, barang, atau layanan untuk meringankan beban masyarakat, program pasar murah berfokus pada pengendalian harga barang kebutuhan pokok.
Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga merasakan pengaruh positif dari kestabilan harga barang yang terjangkau. “Melalui langkah-langkah ini, kami yakin dapat terus menurunkan angka inflasi dan memperbaiki kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah,” tegas Sugianto.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post