PALANGKA RAYA – Stunting, atau gagal tumbuh, merupakan permasalahan kesehatan yang masih gencar dialami di Indonesia, termasuk di Kalimantan Tengah. Sayangnya, saat ini Kalimantan Tengah menempati urutan ke-17 dengan angka stunting tertinggi di Indonesia.
Para pakar kesehatan menyebutkan bahwa stunting akan mempengaruhi perkembangan anak secara fisik dan mental, bahkan bisa mengurangi kemampuan anak di kemudian hari. Para pengambil kebijakan di Kalimantan Tengah sadar akan urgensi penanganan stunting sebagai masalah kesehatan.
Menurut Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Tengah, Ivo Sugianto Sabran, posisi Kalimantan Tengah masih berada diangka 10 besar dalam angka stunting beberapa tahun lalu, dan meski posisinya telah meningkat, hal ini tetap menjadi perhatian yang harus diperluarkan.
“Untuk mengatasi permasalahan stunting, terdapat kelompok sasaran prioritas pada intervensi stunting, yaitu remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak berusia 0 – 59 bulan,” ujar Ivo, Selasa, 1 Oktober 2024.
Ivo menambahkan dalam upaya menanggulangi masalah stunting di Kalimantan Tengah, Tim Penggerak PKK Kalteng terus berupaya membantu masyarakat. Salah satu caranya adalah dengan melakukan Bimbingan Teknis Pelaksanaan 10 Program Pokok PKK yang akan dilangsungkan di 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah.
Dalam Bimtek tersebut akan diselenggarakan kegiatan seperti sosialisasi dan edukasi penguatan pembinaan karakter dalam keluarga, pengenalan Gelari Pelangi yang diharapkan mampu mendorong meningkatnya konsumsi sayur dan buah, serta pemahaman masyarakat tentang pentingnya pangan keluarga dan cara menumbuhkembangkan sayuran di pekarangan rumah untuk memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari.
“Salah satu hal yang utama dalam pengurangan angka stunting adalah terletak pada kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi dan asupan nutrisi,” imbuhnya.
Penting bagi masyarakat untuk memahami permasalahan kesehatan ini, dan mengambil tindakan preventif guna mengurangi risiko stunting pada generasi penerus bangsa di Kalimantan Tengah.
“Mari berperan aktif dan bahu-membahu agar terwujud generasi yang sehat dan berkualitas,” pungkasnya.
(vi/matakalteng)





















Discussion about this post