PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) telah mengambil langkah untuk mewujudkan target rasio desa berlistrik 100 persen di tahun 2024 melalui berbagai upaya, salah satunya melalui proyek ACCESS (Accelerating Clean Energy Access to Reduce Inequality).
Proyek ACCESS merupakan proyek kerjasama antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Kementerian Administrasi Negara Republik Timor-Leste, dan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) di Indonesia dan Timor-Leste dengan dukungan dana dari Korea International Cooperation Agency (KOICA).
Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Tengah, Vent Christway, sangat mendukung langkah ini dan menambahkan bahwa pihaknya akan membentuk lembaga lokal untuk setiap lokasi PLTS guna memastikan keberlanjutan PLTS serta meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pembangkit energi dan pemeliharaan solar-PV secara paralel.
“Proyek ACCESS menjadi salah satu upaya yang tepat dan efektif dalam mengatasi permasalahan akses listrik bagi masyarakat rentan di Kalimantan Tengah,” ujar Vent, Selasa 1 Oktober 2024. Dalam hal ini, pemerintah daerah membersihkan jalur untuk memastikan bahwa masyarakat terjangkau dan memahami keunggulan dari upaya pemangkasan biaya produksi PLTS.
Proyek ACCESS bertujuan memberikan akses terhadap layanan dasar, khususnya listrik dan air bersih, kepada kelompok masyarakat rentan yang tinggal di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) agar dapat meningkatkan kualitas kehidupan mereka. Proyek ini dilaksanakan selama 4 tahun sejak tahun 2020 dengan target 22 lokasi di 4 provinsi di Indonesia, salah satunya di Kalimantan Tengah.
Di Kalimantan Tengah, proyek ACCESS dilaksanakan pada 4 lokasi di Kabupaten Barito Selatan dan Kabupaten Lamandau dengan total kapasitas 225,1 KWP yang dapat menghadirkan akses listrik bagi 455 rumah tangga. Keberlanjutan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) tersebut juga dipastikan melalui pemilihan fasilitator desa (Patriot Energi ACCESS Program/PEAP) di setiap lokasi PLTS yang memfasilitasi proses kesiapan masyarakat dan rekrutmen operator lokal.
“Diharapkan, Proyek ini dapat berkontribusi bagi peningkatan persentase rasio elektrifikasi, rasio desa berlistrik, dan bauran energi serta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Tengah,” pungkasnya.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post