PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengadakan Gebyar UMKM Wilayah Tengah dengan tema “Mari Kita Tingkatkan Kualitas Produk Usaha Mikro dan Kecil Guna Menghadapi Daya Saing Pasar Bebas”. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan produk UMKM di wilayah tersebut dan meningkatkan kualitas produk agar dapat bersaing di pasar bebas.
Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Kalteng sedang berusaha meningkatkan kelas UMKM di wilayah tersebut. Dalam tiga setengah tahun mendampingi Gubernur Sugianto Sabran, dirinya merasakan begitu pesatnya pembangunan di wilayah tersebut.
“Selama tiga tahun terakhir, perkembangan sektor UMKM di Kalimantan Tengah menunjukkan angka yang semakin menggembirakan,” ujar wagub, Jumat 13 September 2024. Wagub menambahkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga berkomitmen untuk meningkatkan pendidikan dan kesehatan di wilayah tersebut. Salah satunya adalah dengan program kuliah gratis bagi 10 ribu calon mahasiswa-mahasiswi dan bantuan bagi mahasiswa yang berwirausaha.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga membangun sejumlah infrastruktur kesehatan di wilayah tersebut. “Di masa depan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan terus berusaha meningkatkan kualitas UMKM, sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah Kalteng. Hal ini tentunya dapat dicapai dengan sinergi semua pihak terkait serta kebersamaan dan tekad bulat masyarakat Kalimantan Tengah,” lanjut wagub.
Wagub menegaskan sebagai penggerak utama dalam pertumbuhan ekonomi, sektor UMKM menjadi sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Kalteng. “Semoga, melalui Gebyar UMKM Wilayah Tengah dan program-program yang diluncurkan, sektor UMKM di wilayah tersebut dapat terus berkembang dan menghasilkan produk-produk yang berkualitas dan bersaing di pasar bebas,” pungkasnya.
Sementara itu, dalam pasar murah yang diadakan di tiga tempat, yaitu Kelurahan Pulau Kupang, Desa Lupak Dalam, dan STAI Kuala Kapuas, setiap paket Sembako berisi beras 10 kg dan minyak 1 liter dengan harga Rp 190.500. Namun, berkat subsidi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah senilai Rp 170.500, masyarakat dapat membelinya dengan harga Rp 20.000. Melihat antusiasme warga, bahkan Gubernur Sugianto Sabran melalui Wakil Gubernur kemudian menggratiskan paket Sembako tersebut.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post