PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menerima Penghargaan Insentif Fiskal Tahun Anggaran 2024 kategori Pengendalian Inflasi Daerah Periode I sebesar Rp. 5.734.723.000. Penghargaan tersebut diberikan oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Tito Karnavian dan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara pada acara Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah.
“Insentif fiskal ini diberikan atas kerja keras pemerintah dalam mengendalikan tingkat inflasi di daerah, yang dinilai berdasarkan pelaksanaan sembilan upaya yang menunjukan upaya pengendalian inflasi pangan yang telah dilakukan pemda,” ujar Mendagri, belum lama ini. Selain itu, ia juga mengucapkan selamat kepada daerah yang menerima Insentif Fiskal dalam Pengendalian Daerah Tahun Anggaran 2024 periode Pertama.
Wakil Gubernur Kalimantan Tengah H. Edy Pratowo menyambut baik penghargaan tersebut dan menyebut bahwa penghargaan ini dimaksudkan sebagai komitmen serius pemerintah pusat dan daerah dalam mengendalikan inflasi. Edy juga menambahkan bahwa kerja keras Pemprov Kalteng dan Pemda dalam melakukan pengendalian inflasi harus terus ditingkatkan sehingga penurunan angka inflasi dapat terus dipantau.
“Pada bulan Juli tahun lalu juga kita menerima insentif fiskal dari pemerintah pusat, alhamdulillah tahun ini kita dapat lagi. Hal ini menunjukkan konsistensi pemerintah daerah dalam melakukan upaya pengendalian inflasi” ungkap Wagub, Selasa 6 Agustus 2024.
Selain itu, Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Lucky Alf Jerman menyampaikan bahwa penghargaan insentif fiskal diberikan pada daerah-daerah yang telah berkomitmen dalam pengendalian inflasi. Dalam laporannya, Jerman meyakinkan bahwa pengendalian inflasi harus dilakukan secara bersama-sama antara pemerintah dan masyarakat sehingga upaya pengendalian inflasi dapat tepat sasaran.
“Kalteng pernah mengalami inflasi tertinggi di Indonesia namun hal tersebut berhasil dikendalikan melalui kerja keras pemerintah daerah dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dengan menjalankan sembilan upaya yang menunjukkan upaya pengendalian inflasi pangan yang efektif,” tutupnya.
Sebagai rangkaian upaya konsisten dalam mengendalikan inflasi, Pemprov Kalteng dan Pemda terus melakukan program-program pemberdayaan masyarakat seperti pasar murah dan pasar penyeimbang. Hal tersebut dilakukan untuk menciptakan ketersediaan bahan pangan yang baik, murah dan sehat bagi masyarakat pengecer dan konsumen.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post