PALANGKA RAYA – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Nuryakin menegaskan bahwa konsep dan gagasan serta upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah dan TPID, benar-benar menyasar kepada penyelesaian persoalan hajat hidup masyarakat banyak.
Program-program seperti pasar murah, pasar penyeimbang, bansos, tanam sakuyan lombok, dan pemanfaatan pekarangan terus dilakukan untuk menciptakan ketersediaan bahan pangan yang baik, murah dan sehat bagi masyarakat pengecer dan konsumen.
Nuryakin juga menambahkan bahwa pada tahun sebelumnya, Kalimantan Tengah pernah berada pada posisi tiga besar inflasi tertinggi di Indonesia dan dengan mencari pola yang tepat dalam pengendalian inflasi melalui gaya inovatif dan kreatif, daerah ini semakin baik dalam memerangi inflasi.
“Konsep dan gagasan serta upaya yang benar-benar menyasar kepada penyelesaian persoalan hajat hidup masyarakat yang tergabung dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Kalimantan Tengah terus digencarkan agar dapat memerangi inflasi yang pernah memuncaki tiga besar inflasi tertinggi di Indonesia,” sebut Nuryakin, Selasa (6/8).
Nuryakin menjelaskan, program-program tersebut merupakan hasil dari kerja sama antar instansi pemerintah dan telah diterjemahkan secara teknis oleh TPID untuk melaksanakan program tersebut dengan konsisten demi meningkatkan perhatian terhadap pertumbuhan bidang ekonomi yang mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Nuryakin menambahkan bahwa pada tahun sebelumnya, Kalimantan Tengah pernah berada pada posisi tiga besar inflasi tertinggi di Indonesia. “Demi mengendalikan inflasi, pemerintah daerah bekerja keras mencari pola yang tepat dalam pengendalian inflasi melalui upaya kreatif dan inovatif,” imbuhnya.
Sebagai upaya pengendalian inflasi yang efektif, penyebab inflasi baru dapat ditemukan apabila dilakukan diagnosa dan obat yang tepat. Oleh karena itu, TPID berusaha mencari pola terbaik dalam mengendalikan inflasi serta menemukan solusi inovatif untuk memecahkan persoalan tersebut.
“Dalam menjalankan kegiatan inovatif ini, diperlukan kerja sama yang baik dari seluruh elemen masyarakat dan lembaga terkait untuk menghadapi situasi dan persoalan yang terjadi,” tegasnya.
Melalui inovasi dan kreatifitas yang terus dilakukan inilah, Kalimantan Tengah berhasil mengatasi inflasi tinggi yang pernah terjadi pada tahun sebelumnya. Segala upaya yang dijalankan program-program tersebut juga mampu menciptakan ketersediaan bahan pangan yang baik, murah, dan sehat bagi masyarakat di daerah tersebut.
“Dengan dukungan dan kerja sama dari seluruh stakeholder, pengendalian inflasi di Kalimantan Tengah akan terus menjadi prioritas demi menciptakan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik di masa depan,” pungkasnya.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post