PALANGKA RAYA – Staf Ahli Gubernur Kalteng bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, mengungkapkan bahwa minyak goreng merek Kita mengalami kelangkaan beberapa waktu lalu karena keterlambatan pasokan. Hal ini menyebabkan pasokan minyak goreng tersebut tidak mencukupi, menciptakan situasi kelangkaan sementara di pasaran.
“Saat ini, masih ada jenis minyak goreng lain yang tersedia di pasaran, sehingga dapat sedikit mengatasi kelangkaan minyak goreng merek Kita,” ujar Yuas Elko di Palangka Raya, Senin 8 Juli 2024.
Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Regional Kalimantan Tengah, Budi Cahyanto, menjelaskan bahwa pihaknya sedang berupaya keras untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng merek Kita dengan mendatangkan pasokan dari pabrikan yang berlokasi di Pangkalan Bun. Namun, proses ini masih mengalami hambatan karena masih ada kendala dalam produksi.
“Kami berusaha untuk segera mendatangkan pasokan, namun belum dapat dipastikan kapan persisnya masuk karena ada masalah dalam produksi,” ungkap Budi.
Budi juga menyoroti masalah kenaikan harga yang terjadi di pasaran, yang diakibatkan oleh rantai pasok yang panjang. Distribusi dari distributor ke pengecer kemudian ke pengecer lainnya masih terjadi, yang memungkinkan terjadinya praktik jual beli di lapisan tengah pasar.
“Dalam hal ini, perlu ada kontrol dan tindakan tegas dari pemerintah untuk mengawasi dan menindak pelanggaran penjualan Minyak Kita,” tegas Budi.
Ia juga menekankan perlunya kajian lebih lanjut terkait pengaturan penjualan Minyak Kita guna mengoptimalkan distribusi dan memastikan ketersediaan stabil di pasar.
“Saat ini, penjualan Minyak Kita belum ada pembatasan pembelian,” tambahnya.
Dengan upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah dan lembaga terkait, diharapkan situasi kelangkaan minyak goreng merek Kita dapat segera teratasi dan stabilitas harga dapat dipertahankan untuk kepentingan masyarakat.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post