PALANGKA RAYA – Kekerasan di lingkungan masyarakat sangat merugikan para korban, baik itu perempuan maupun anak-anak. Seringkali, kasus kekerasan menjadi hal yang tertutup dan sulit dipahami oleh masyarakat.
Hal ini membuat korban cenderung terabaikan dan sulit mendapatkan pertolongan. Oleh karena itu, upaya untuk membangun masyarakat yang sehat dan bebas dari segala bentuk kekerasan harus terus dilakukan bersama-sama.
Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden, perempuan dan anak-anak juga memiliki peran serta pengaruh yang cukup besar dalam upaya pembangunan.
“Tidak dapat dipungkiri bahwa terciptanya generasi yang tangguh, berkualitas, berahlak dan berdaya saing di masa depan tidak hanya bergantung pada upaya para petugas dan pemerintah, tetapi juga keterlibatan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan aman,” ujarnya, Selasa 23 April 2024.
Linae menambahkan maraknya kasus kekerasan di lingkungan masyarakat dan adanya keengganan masyarakat untuk melapor, menjadi tantangan serius bagi para petugas pemberi layanan bagi perempuan dan anak dalam menangani situasi korban.
Namun, meskipun demikian, para petugas pemberi layanan harus siap dalam membantu dan menangani kasus kekerasan yang diterima dengan tegas dan profesional. “Harus diingat bahwa ketika seseorang menjadi korban kekerasan, maka ia butuh untuk segera ditangani dan menerima pelayanan untuk memulihkan dampak maupun layanan pendampingan lainnya sesuai dengan yang dibutuhkan oleh korban,” tegas Linae.
Dijelaskannya menangani kasus kekerasan memang memerlukan keterampilan dan pemahaman yang tepat dari para petugas pemberi layanan, seperti fokus pada kesehatan psikologis korban, strategi penanganan yang tepat, dan upaya pemulihan.
Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama untuk membangun integrasi kerja layanan penanganan korban kekerasan melalui peningkatan kapasitas sumber daya lembaga penyedia layanan penanganan bagi perempuan korban kekerasan.
Para petugas dan masyarakat di tingkat desa juga dianjurkan untuk memiliki pemahaman yang tepat mengenai isu kekerasan dan pengetahuan tentang apa yang tepat dilakukan dalam menangani kasus kekerasan. Hal ini akan sangat membantu korban dalam mengatasi permasalahan yang dihadapinya dan membangun masyarakat yang sehat dan bebas dari kekerasan.
“Kita sebagai masyarakat harus bersama-sama menanggapi kasus kekerasan dengan tegas dan tindakan nyata. Dalam hal ini, Pemerintah dan masyarakat mempunyai peran penting dalam membangun masyarakat yang sehat dan bebas dari segala bentuk kekerasan,” imbaunya.
Agar tercipta sebuah masyarakat yang lebih aman dan bebas dari kekerasan, maka sinergi dan kolaborasi harus terus digalakan antara para petugas pemberi layanan, pemerintah, dan masyarakat. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mendukung upaya-upaya pencegahan dan penanganan kasus kekerasan.
(vi/matakalteng)
Foto: Kepala Dinas P3APPKB Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden.






















Discussion about this post