PALANGKA RAYA – Pandemi Covid-19, berdampak pada bidang pendidikan yang menyebabkan proses belajar mengajar dilakukan secara virtual. Proses belajar mengajar secara virtual ini dilakukan di semua jenjang pendidikan. Namun berbeda halnya untuk peserta didik dengan disabilitas.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah, Mofit Saptono menyebutkan sistem pembelajaran secara virtual tidak dapat dilaksanakan secara maksimal bagi peserta didik Sekolah Luar Biasa (SLB). Menurut Mofit diperlukan pola khusus agar pembelajaran dapat dilakukan secara maksimal.
“Bagi peserta didik yang masih dapat berkomunikasi dengan baik, pembelajaran dapat dilakukan secara virtual. Namun bagi peserta didik yang mengalami kesulitan komunikasi secara virtual, pembelajaran tatap muka menjadi solusi. Dalam hal ini guru dapat melakukan kunjungan ke rumah siswa,” terang Mofit, Kamis 31 Desember 2020.
Mofit menambahkan walaupun pola seperti ini berisiko, namun pola inilah yang dinilai tepat saat ini. Tidak hanya itu saat ini SLB membuka layanan konsultasi bagi orang tua murid terkait materi dan sistem pembelajaran selama pandemi.
“Guru dan orang tua murid dalan hal ini harus saling berkomunikasi untuk dapat mengatur jadwal pertemuan. Pada intinya pola pembelajaran yang diberikan harus menyesuaikan dengan kondisi peserta didik, sehingga proses belajar selama masa pandemi tetap terlaksana,” pungkasnya.
(vi/matakalteng.com)





















Discussion about this post