SAMPIT – Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyiapkan anggaran lebih dari Rp200 juta sebagai bentuk apresiasi bagi pelajar berprestasi pada berbagai ajang tingkat kabupaten hingga nasional tahun 2026. Anggaran tersebut disiapkan untuk memotivasi siswa agar semakin semangat mengembangkan kemampuan akademik maupun nonakademik.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kotim, I Gede Sukadana menyampaikan, penghargaan dalam bentuk uang pembinaan itu akan diberikan kepada siswa yang berhasil meraih prestasi pada sejumlah kompetisi yang diselenggarakan sepanjang tahun.
“Tahun ini kami sudah siapkan untuk hadiah dalam bentuk uang kepada anak-anak kita. Tidak kurang dari Rp200 juta sudah kami anggarkan sebagai bentuk apresiasi untuk para pemenang,” kata I Gede Sukadana saat pembukaan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) dan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang SMP, Senin 11 Mei 2026.
Ia menjelaskan, apresiasi tidak hanya diberikan kepada juara tingkat kabupaten, tetapi juga bagi siswa yang berhasil meraih prestasi di tingkat provinsi hingga nasional. Bahkan, peserta yang masuk nominasi tingkat nasional juga akan memperoleh penghargaan dari pemerintah daerah.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan potensi generasi muda Kotim agar mampu bersaing di tingkat lebih tinggi.
“Kami berharap anak-anak kita bisa menampilkan hasil terbaiknya sehingga mampu membawa nama harum Kabupaten Kotawaringin Timur di tingkat provinsi maupun nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, anggaran penghargaan itu mencakup berbagai ajang pelajar, mulai dari Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), Gala Siswa Indonesia hingga kompetisi penelitian pelajar seperti Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) dan Lomba Peneliti Belia.
Karena itu, pihaknya meminta seluruh peserta fokus mempersiapkan diri dan menunjukkan kemampuan terbaik saat mengikuti perlombaan.
Ia juga mengingatkan dewan juri dan wasit agar memberikan penilaian secara objektif sehingga peserta terbaik benar-benar dapat terpilih untuk mewakili Kotim ke jenjang berikutnya.
“Kami mohon kepada dewan juri dan wasit agar memberikan penilaian seobjektif mungkin, karena kita ingin mendapatkan anak-anak terbaik yang nantinya mewakili daerah,” tegasnya.
Selain itu, I Gede juga meminta dukungan kepala sekolah dan guru untuk terus membimbing siswa dalam mengembangkan bakat dan prestasi. Menurutnya, keberhasilan pelajar tidak lepas dari peran sekolah dalam memberikan pendampingan secara berkelanjutan.
“Kepada rekan-rekan kepala sekolah kami mohon untuk terus membimbing dan mendampingi anak-anak kita agar mereka bisa mencapai prestasi terbaik mereka di masa yang akan datang,” demikian I Gede Sukadana.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post