SAMPIT – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menilai persoalan kekurangan guru di daerah ini sulit untuk dipenuhi secara total. Hal itu disebabkan oleh dinamika jumlah tenaga pendidik dan pertumbuhan jumlah penduduk yang terus meningkat setiap tahunnya.
Kepala Disdik Kotim, Muhammad Irfansyah, mengatakan bahwa kebutuhan tenaga pengajar di Kotim tidak akan pernah terpenuhi sepenuhnya, bahkan dalam jangka panjang. Menurutnya, faktor-faktor seperti pensiun, meninggal dunia, dan tingginya angka pertumbuhan penduduk membuat rasio guru dengan jumlah peserta didik selalu berada dalam posisi tidak seimbang.
“Untuk tenaga pengajar sendiri, sampai hari kiamat di Kotim ini tidak akan terpenuhi karena ada yang pensiun, ada yang meninggal, sementara pertumbuhan penduduk semakin banyak. Kalau rasionya memang tidak seimbang antara kebutuhan guru dengan guru yang ada,” ujar Irfansyah, Jumat 8 Agustus 2025.
Ia menjelaskan, setiap tahun selalu ada penambahan jumlah siswa yang membutuhkan layanan pendidikan, sementara di sisi lain jumlah guru yang pensiun atau berkurang juga cukup besar. Kondisi ini menciptakan kesenjangan yang sulit dikejar, meskipun pemerintah terus berupaya melakukan perekrutan dan redistribusi guru.
“Kami selalu berusaha menambah guru, baik melalui rekrutmen ASN maupun PPPK. Namun, penambahan ini belum mampu menutup sepenuhnya kebutuhan di lapangan,” jelasnya.
Irfansyah menambahkan, salah satu strategi yang dilakukan adalah memaksimalkan tenaga pengajar yang ada melalui pelatihan, penguatan kompetensi, dan pemanfaatan teknologi pembelajaran. Dengan cara ini, kualitas pendidikan di Kotim diharapkan tetap terjaga meski jumlah guru belum ideal.
“Kami juga mendorong pemanfaatan teknologi agar guru bisa mengajar lebih efektif, termasuk menjangkau siswa di daerah yang kekurangan tenaga pengajar,” tegasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post