SAMPIT – Camat Mentawa Baru (MB) Ketapang, Irpansyah, mengusulkan pembangunan puskesmas baru di wilayahnya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Usulan ini muncul setelah beban pelayanan di Puskesmas Ketapang 2 dinilai sudah terlalu besar, yakni melayani hampir 60 ribu jiwa yang tersebar di dua kelurahan dan enam desa.
“Kami ingin membangun kembali puskesmas yang baru karena pelayanan di Puskesmas Ketapang 2 sudah cukup besar, mencapai hampir 60 ribu penduduk. Ke depan, puskesmas baru ini diharapkan bisa mengcover lima desa yang saat ini terlayani Ketapang 2,” ujarnya, Jumat 8 Agustus 2025.
Menurut Irpansyah, kajian awal telah dilakukan bersama pihak Puskesmas dan Dinas Kesehatan. Hasilnya, lokasi yang dianggap paling memungkinkan berada di Desa Eka Bahurui.
Saat ini, Kecamatan MB Ketapang memiliki tiga puskesmas, yakni Ketapang 1, Ketapang 2, dan Pasir Putih. Dengan penambahan satu puskesmas baru, jumlahnya menjadi empat, yang dinilai cukup ideal untuk lima hingga sepuluh tahun ke depan.
“Kalau bisa, tahun 2027 sudah terlaksana dan berdiri. Penduduk Ketapang sekarang kurang lebih 110 ribu jiwa, sementara beban kerja puskesmas tidak seimbang. Hampir 60 ribu penduduk berada di wilayah kerja Ketapang 2, sisanya terbagi antara Ketapang 1 dan Pasir Putih. Kalau tidak kita siapkan dari sekarang, 10 tahun ke depan pasti akan kewalahan,” jelasnya.
Selain jumlah penduduk yang besar, tenaga medis juga masih terbatas. Di Puskesmas Ketapang 2, hanya tersedia sekitar 80 tenaga medis, sehingga kerap kewalahan dalam memberikan pelayanan.
“Antrian pasien sering panjang. Pihak puskesmas sendiri mengakui hal ini, makanya kami harapkan pembangunan puskesmas baru bisa menjadi solusi,” katanya.
Irpansyah juga menilai, penentuan lokasi strategis sangat penting. Lahan yang diusulkan memiliki lebar 49 meter dan panjang lebih dari 100 meter, terletak di pinggir jalan utama. Hal ini dinilai menguntungkan, terutama untuk pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD).
“Kami memang mengharapkan di pinggir jalan, supaya kalau ada kecelakaan, terutama di Desa Bapanggang yang lokasinya di jalan besar, pasien bisa langsung ditangani di situ. Selama ini, kalau dibawa ke Sampit memakan waktu, sementara penanganan darurat itu butuh kecepatan,” tegasnya.
Dengan adanya puskesmas baru, Irpansyah optimistis pelayanan kesehatan di MB Ketapang akan semakin merata dan efektif.
“Kami berbicara jangka panjang. Pembangunan puskesmas ini adalah investasi untuk 5 sampai 10 tahun ke depan demi kesehatan masyarakat,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post