SAMPIT – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) semakin memperkuat peran Petugas Depo Sampah (Pedrosa) sebagai garda terdepan pengelolaan sampah. Sebanyak 66 Pedrosa yang telah terdata resmi menerima ID card sebagai tanda pengenal, sekaligus pengakuan resmi atas tugas mereka dalam menjaga kebersihan kota.
Plt Kepala DLH Kotim, Marjuki, mengatakan penyerahan ID card tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menertibkan dan memaksimalkan peran Pedrosa. Khususnya, bagi pengangkut sampah rumah tangga menggunakan kendaraan roda tiga jenis Tossa diharapkan dapat seluruhnya terdaftar resmi.
“Kita berharap setiap yang menggunakan Tossa pengangkut sampah rumah tangga ini terdaftar di Pedrosa. Saya tidak hanya melihat persoalan bau lalu depo ditutup, tidak begitu. Tapi bagaimana depo ini bisa kosong, mulai kosong, sehingga bau itu minim,” kata Marjuki, Jumat 8 Agustus 2025.
Ia menjelaskan, Bupati Kotim telah berkomitmen mengubah pola pengelolaan sampah dari sekadar “kumpul–angkut–buang” menjadi sistem pemilahan sejak dari rumah tangga.
Pedrosa akan menjadi ujung tombak, tidak hanya mengangkut sampah, tetapi juga menyampaikan edaran dan edukasi kepada warga agar memisahkan sampah organik dan anorganik.
“Kalau sudah ada pemilahan, sampah ini bernilai ekonomis dan bermanfaat, sehingga bisa mereka kelola. Sisa residunya hanya 10–12 persen yang kita bawa ke TPA. Dengan begitu, tidak ada lagi penumpukan sampah yang menggunung,” jelasnya.
Marjuki menegaskan, pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menjadi prioritas DLH. Saat ini, master plan pengelolaan TPA sudah disiapkan, termasuk mengaktifkan kembali landfill lama dan membangun satu landfill baru. Langkah ini diharapkan membuat Sampit bebas dari sampah berhamburan dalam 24 jam.
“Pedrosa juga nanti kita siapkan kantong plastik khusus pemilahan sampah, jadi ketika sampai di depo sudah langsung dipilih. Sekarang hampir 70 persen masyarakat sudah memanfaatkan layanan Pedrosa, dan ke depan kita akan terus berupaya menguranginya,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post