SAMPIT – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Muhammad Irfansyah, mengingatkan pentingnya membentuk karakter generasi muda yang siap menghadapi era modern dengan tetap menjunjung tinggi etika dan sopan santun. Hal itu ia sampaikan saat memberikan pesan dalam momentum pelepasan siswa SMPN 1 Sampit.
“Jadi tidak ada lagi istilah guru yang makan kapur. Sekarang pembelajaran sudah inovatif, spidol saja hampir tidak digunakan lagi. Semua sudah sesuai perkembangan zaman,” ujarnya, Selasa 27 Mei 2025.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya dan moral dalam menghadapi tantangan zaman.
“Saya mengharapkan kepada anak-anakku sekalian, tetaplah rendah diri, tetaplah menjaga etika dan budaya. Bagaimanapun tantangan zaman hanya bisa dihadapi dengan menjaga sopan santun,” tegas Irfansyah.
Dirinya menaruh harapan besar pada generasi pelajar hari ini yang akan menjadi bagian dari bonus demografi Indonesia pada tahun 2045.
“Ingat, kalian akan menapaki pendidikan yang lebih tinggi. Kalianlah generasi emas di tahun 2045 nanti. Kalau sekarang umur kalian 15 tahun, maka 20 tahun lagi usia kalian 35 tahun. Jika salah kita menempanya, akan berbahaya,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru dan orang tua yang telah berjuang dalam mendidik dan mendampingi anak-anak selama ini.
“Tanpa perjuangan dan pengabdian bapak ibu guru serta orang tua yang ikhlas menyekolahkan anaknya di sini, SMP Negeri 1 ini tidak akan bisa lebih maju. Semoga amal bapak ibu guru mendapat berkah dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post