SAMPIT – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur Muhammad Irfansyah menyampaikan, tantangan pengajar jaman sekarang terutama di era digitalisai adalah pendidikan digital. Dimana pendidikan tidak hanya sebatas viral, namun harus bermanfaat. Terutama pendidikan digital bisa memberikan dampak positif jika digunakan dengan tepat, namun juga bisa memberikan dampak negatif jika anak-anak didik tidak bisa mengontrol penggunaannya.
“Makanya bapak/ibu guru harus bisa berkolaborasi untuk membuat inovasi dalam pendidikan sekarang ini. Apalagi pasca MPLS, yang diributkan banyak baju dan buku terus, setiap tahun. Yang mana kita juga harus beriringan dengan perkembangan jaman,”ucapnya, Senin 22 Juli 2034.
Dimana kata Irfan, guru mungkin sekarang tidak bisa melarang anak-anak menggunakan handphone, dan hanya bisa membatasi anak-anak dengan media sosial yang digunakan karena sekarang memang eranya dunia digital.
“Namun sudah tugas kita membatasi penggunaanya kapan dan digunakan untuk apa medsosnya, serta tidak digunakan saat apa. Disitu tugas kita memang lebih berat, karena kebiasaan itu ada beberapa guru yang curhat kesulitan, terutama kebiasaan dirumah dan lingkungan juga sangat mempengaruhi,”tegasnya.
Yang mana mungkin saja lanjut Irfan, di sekolah tidak melakukan, namun dirumah kebiasaanya beda lagi, makanya ia selalu mengingatkan bahwa pendidikan itu tidak hanya di sekolah saja namun lingkungan juga harus memperhatikan.
“Dan saya sering bilang dengan pemerhati pendidikan, lihat anak-anak yang merokok atau jalan tengah malam, jangan hanya divideo saja dan diviralkan. Namun harusnya masyarakat ikut menegur dan tanyakan sekolah dimana, nanti sekolah akan ada tanggung jawab moralnya,”pungkasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post