SAMPIT – Salah seorang pemateri dalam kegiatan workshop Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pembatik) yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur, yaitu Burhanudin menilai, penguasaan TIK guru-guru di Kotim perlu di eksplor lagi.
“Khususnya untuk daerah Kotim ini, sebenarnya penguasaan guru terkait TIK sudah cukup bagus karena sudah banyak yang bisa, hanya saja perlu pemanfaatnya yang lebih banyak lagi,”ujarnya, Senin 22 Juli 2024.
Karena diharapkan lanjut Burhan yang juga merupakan guru di SMKN 1 Teluk Sampit, tidak hanya tahu saja namun bagaimana mereka menerapkannya dalam pembelajaran di kelas dan penggunaannya. Sehingga seharusnya lebih di exsplor lagi. Untuk itulah disini ada kegiatan Pembatik untuk menggerakan kegiatan TIK di sekolah-sekolah yang ada di Kotim.
“Untuk hari ini tentang pembelajaran berbasis TIK, disampaikan bahwa ada kegiatan dari Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, bahwa dengan Pembatik ini guru-guru nantinya akan belajar tentang bagaimana pembelajaran menggunakan TIK. Karena banyak sekali terkait dengan TIK, salah satu saja yang kita sampaikan yaitu tentang penggunaan puisi dalam pembelajaran,”bebernya.
Sementara itu Rini Marlinawati selaku peserta dalam kegiatan ini mengatakan, banyak manfaat yang ia peroleh dari mengikuti kegiatan Pembatik.
“Pertama kita dapat mengimbaskan ke sekolah masing-masing tentunya khususnya bapak dan ibu guru yang ada di sekolah untuk melaksanakan literasi di sekolah dengan menggunakan digital,”ujar Rini yang juga menjabat sebagai Kepala Sekolah SDN 2 Mentaya Seberang ini,
Lanjutnya, jika selama ini mungkin bapak dan ibu guru terfokus menggunakan media belajar buku, melalui kegiatan Pembatik ini, guru harus melek IT tentunya dan harus belajar agar tidak terlalu kelelahan ketika menggunkan banyak buku sebagai media pembelajaran, karena dapat terbantukan dengan adanya digital tersebut.
“Misalnya di sekolah kita bisa menggunakan labtop atau handphone, sehingga anak-anak juga bisa fokus menerima materi-materi yang diberikan oleh guru dengan menggunakan teknologi tersebut. Sehingga saya berharap kegiatan ini berkelanjutan, dengan adanya kegiatan ini membuat bapak dan ibu guru yang ada di seluruh Kabupaten Kotim khususnya di 17 kecamatan, dapat menguasai teknologi tersebut,”ungkapnya.
Setelah selesai kegiatan ini tambah Rinie, sebagai peserta dari guru penggerak dan juga komunitas belajar K3S yang ada di Kotim nanti akan membawa hasilnya ke sekolah masing-masing dan akan diimbaskan kepada guru di sekolah.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post