SAMPIT – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur Muhammad Irfansyah berharap, seluruh guru khususnya di Kotim terus merefres ilmu pengetahuan yang ia miliki agar terus menyesuaikan dengan perkembangan jaman, yang banyak tuntutan pembelajaran harus dipenuhi dan disesuaikan.
“Maka dari itu kemarin juga kita dalam melaksankan kegiatan bimbingan menyesuaikan dengan dunia sekarang, dimana ada enam kategori yaitu media pembelajaran berbasis digital, sumber belajar inovatif, konten pembelajaran inovatif, pengembangan P5, asesmen pembelajaran dan pengembangan program asesmen pelaksanaan kurikulum merdeka.
Ia mencontohkan, ada kasus di satu desa menggunakan handphone jadul, karena keterbatasan akses internet, dan guru ini harus mengajar di dua kelas. Akhirnya guru bersangkutan merekam menggunakan handphonenya selama 45 menit pembelajaran yang direkam saat malam hari. Guru ini membeli speaker, hingga akhirnya bisa mengajar di dua kelas secara bersamaan.
“Ada juga inovasi yang merekam suara membacakan pertanyaan untuk sumatif akhir, dan gurunya menjadi pengawas ujian. Saat suara diputar membacakan soal, guru tetap bisa berkeliling mengawasi. Jadi inovasi itu banyak sebenarnya, tinggal kita saja mengembangkannya,”ucap Irfan.
Ia berharap guru-guru juga sering merefres ilmunya melalui pertemuan semacam Bimtek atau workshop. Karena guru yang dapat beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dapat meningkatkan kualitas hasil belajar siswa. Meski, pada kenyataannya masih banyak guru-guru yang kurang menguasai pengaplikasian teknologi dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran sebagai salah satu sumber dan media pembelajaran.
“Salah satu peran guru adalah sebagai inovator, yang artinya guru harus menciptakan ide-ide baru dalam pembelajaran. Karena dengan inovasi, maka guru dapat menciptakan suasana baru selama pembelajaran berlangsung. Sehingga jarak bukanlah suatu hambatan bagi para guru untuk melaksanakan pembelajaran,”pungkasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post