SAMPIT – Reza Heprianto, yang akrab disapa Hepri, berhasil mencetak dua gol atau brace dalam laga HNR Exhibition antara Sampit Selection dan Asing All Star. Ia berharap pemerintah lebih memperhatikan perkembangan persepakbolaan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
“Saya berharap pemerintah lebih perhatian terhadap perkembangan bibit-bibit muda yang ada di Kotim, agar generasi ini bisa mengharumkan nama Kotim di ajang persepakbolaan nasional maupun internasional,” ucap Hepri pada Senin, 5 Agustus 2024.
Hepri mengungkapkan rasa apresiasinya terhadap penyelenggaraan HNR Exhibition yang mempertemukan tim lokal Sampit Selection dengan para pemain Asing All Star. Menurutnya, pertandingan ini menjadi pelajaran penting bagi dirinya untuk terus belajar dan mengembangkan skill bermain bola.
“Saya sangat bangga bisa mencetak dua gol dalam pertandingan ini, apalagi kami bermain melawan pemain yang namanya tidak asing bagi kami, seperti mantan pemain timnas Indonesia, M. Nasuha. Ini juga menjadi pelajaran dan pengalaman berharga saya bisa ikut pertandingan ini,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan harapannya agar antusiasme dan dukungan warga Kotim terhadap sepak bola dapat membuat persepakbolaan di Kotim lebih maju di masa depan.
“Semoga ke depannya persepakbolaan Kotim lebih maju lagi, apalagi antusias masyarakat terhadap sepak bola sangat luar biasa,” tuturnya.
Hepri, yang berposisi sebagai sayap kanan dalam tim Sampit Selection, tampil apik dalam pertandingan tersebut. Meskipun berbadan kecil, kecepatan dan kelincahannya dalam mengolah si kulit bundar membuat repot pertahanan pemain asing yang sangat berpengalaman dalam dunia persepakbolaan profesional, baik di klub ternama di Indonesia maupun luar negeri.
Dengan modal pengalaman bermain di dunia sepak bola tarkam, Hepri mampu membuat pertahanan lawan kerepotan dengan berbagai peluang yang diciptakannya. Kemampuannya ini memungkinkan dia menciptakan brace dalam pertandingan tersebut.
Hepri menekankan pentingnya pembinaan bibit-bibit muda di Kotim untuk mengembangkan potensi mereka dalam dunia sepak bola. Ia berharap pemerintah dapat menyediakan fasilitas dan pelatihan yang memadai sehingga generasi muda di Kotim dapat berkembang dan bersaing di kancah nasional maupun internasional.
“Pembinaan bibit muda sangat penting. Dengan fasilitas yang memadai dan pelatihan yang baik, saya yakin banyak talenta muda di Kotim yang bisa berkembang dan berprestasi di tingkat yang lebih tinggi,” jelasnya.
Antusiasme masyarakat Kotim terhadap sepak bola menjadi dorongan besar bagi para pemain lokal. Hepri berharap dukungan ini terus berlanjut dan semakin kuat, dengan pemerintah juga memberikan perhatian lebih pada perkembangan olahraga ini.
“Dukungan masyarakat sangat berarti bagi kami para pemain. Kami berharap pemerintah juga terus memberikan perhatian lebih pada perkembangan sepak bola di Kotim,” pungkasnya.
Dengan semangat yang tinggi dan dukungan yang kuat dari pemerintah serta masyarakat, Hepri optimis bahwa persepakbolaan di Kotim dapat terus berkembang dan menghasilkan atlet-atlet berprestasi yang mampu membawa nama baik daerah di tingkat nasional dan internasional.
Sementara itu Bupati Kotim, Halikinnor menyatakan bahwa akan terus membenahi persepakbolaan Kotim, dimana saat ini stadion 29 November Sampit sudah berstandar Nasional, tinggal dibenahi sedikit lagi agar menjadi parameter Kalteng seperti Persesam yang dulu merajai Kalteng.
“Makanya kita ingin benahi lagi Stadion 29 November Sampit dan sepak bola kita bisa menjadi parameter di Kalteng seperti dulu lagi. Saya juga ingin Persesam Sampit merajai Kalteng lagi,” kata Halikinnor.
Bupati Halikinnor melihat potensi besar dalam tim lokal dan fasilitas yang ada di Kotim. Apalagi stadion 29 November menurutnya sudah standar Nasional, namun tinggal dibenahi sedikit lagi.
“Ini pertanda kalau Sampit, khususnya Kotim, berpotensi juara di Kalteng. Mereka (tim asing all star) tadi menilai kalau lapangan kita ini, Stadion 29 November Sampit, sudah bisa dimainkan untuk liga,” tuturnya.
“Stadion 29 November ini sudah berstandar nasional dan secara bertahap akan kita benahi, begitu juga fasilitas olahraga yang lainnya,” sambungnya.
Menurut Halikinnor, dengan kolaborasi antar seluruh pihak, Kotim memiliki potensi untuk memiliki klub sepak bola sendiri yang bisa berlaga di tingkat nasional. Ia juga mengingatkan bahwa Kotim dulu memiliki klub Persesam yang cukup terkenal di tingkat regional dan disegani.
“Minimal bisa berlaga di divisi kedua dan itu bisa menjadi kebanggaan kita karena Kotim bisa bersaing dengan klub-klub lainnya,” jelasnya.
Halikinnor berharap dengan pembenahan fasilitas dan dukungan dari berbagai pihak, sepak bola di Kotim dapat kembali berjaya dan melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional.
“Kita ingin benahi Stadion 29 November Sampit dan menjadikan sepak bola kita sebagai parameter di Kalteng, seperti dulu lagi. Kita ingin sepak bola di Kotim bisa dipandang seperti dulu lagi dan kalau bisa pemain kita bisa bermain di liga,” harapnya.
Melihat antusiasme dan potensi yang ditunjukkan dalam pertandingan HNR Exhibition ini, Halikinnor optimis bahwa masa depan sepak bola di Kotim sangat cerah.
“Alhamdulillah antusias masyarakat sangat tinggi untuk menyaksikan pertandingan ini walaupun pertandingan ini hanya eksibisi,” tutupnya.
(gus/matakalteng)






















Discussion about this post