SAMPIT – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) H. Halikinnor dan Irawati atau dengan jargon HARATI memiliki berbagai program unggulan, salah satu memprioritaskan pelestarian kebudayaan.
“Kebudayaan Kotim harus kita kembangkan dan lestarikan agar tidak punah,” kata H. Halikinnor.
Mantan Sekretaris Daerah Kotim tersebut mengungkapkan, alasannya memprioritaskan program itu adalah saat ini zaman semakin modern dan digitalisasi, sehingga dengan mudah masyarakat terutama kaula muda melihat dunia luar melalui media sosial yang terus berkembang. Hal ini dikhawatirkan kebudayaan luar mempengaruhi generasi muda. Selain itu, saat ini juga banyak kesenian lokal yang nyaris hilang sehingga banyak generasi muda tidak mengetahuinya, contohnya seperti kesenian batirik.
“Masih ada sebagain masyarakat kita terutama kaum muda yang tidak mengetahui kesenian lokal seperti batirik. Karena sekarang kesenian itu jarang sekali ditampilkan,” paparnya.
Calon Bupati yang berpasangan dengan Irawati itupun merencanakan akan memindahkan kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata ke kawasan baru tempatnya bersebelahan dengan Museum Kayu yang tepat berada ditengah Kota Sampit.
“Kenapa kita pindah kesana karena tempatnya itu strategis tepat di pusat Kota Sampit,” jelasnya.
Pasalnya di tempat baru tersebut juga akan dibangun panggung yang nantinya digunakan untuk pementasan budaya dan kesenian lokal Kotim. Dirinya pun berencana dalam seminggu sekali akan menggelar pentas kesenian dengan menampilkan kesenian khas dari masing-masing Kecamatan atau Desa yang ada di Kotim.
“Jadi nanti akan kita buat kegiatan yang menampilkan pertunjukan kesenian lokal yang ada disetiap Kecamatan,itu nanti bergiliran dan setiap Kecamatan harus ada perwakilan untuk tampil,” jelas Halikinnor.
Menurutnya, dengan begitu akan menarik perhatian wisatawan lokal, nasional bahkan mancanegara. Selain itu juga akan berdampak positif terhadap keberadaan pariwisata yang ada di Kotim terutama Museum Kayu itu sendiri.
“Selain kebudayaan kita tetap lestari, kita juga dapat memperkenalkan pariwisata kita ke khalayak luar. Sehingga Kotim kedepan menjadi daerah yang maju dengan kebudayaan yang lestari,” tutupnya.
(dev/matakalteng.com)






















Discussion about this post